Pria yang saat ini mejadi pembina Lembaga Sosial Agama (eLSA) Semarang menyampaikan bahwa tulisannya yang dimanifestasikan dalam bentuk peneilitian saat ini menjadi rujukan pemerintah untuk menyelesaikan berbagai kasus tindakan intoleransi.
“di saat teriakan kita mengenai berbagai permasalahan sosial, tulisan bisa menjadi alternatif menyampaikan pendapat dan lebih besar kemungkinannya dedengar oleh pemangku kebijakan,” tandas Dosen Sosiologi di Universitas Wahid Hasyim Semarang ini.
Di akhir, pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadhilah, KH Iman Fadhilah mengucapkan terimakasih kepada para pemateri yang telah memberikan nasehat kepada para santrinya. Iman Fadilah juga meyakinkan para santrinya agar terus belajar, membaca, berdiskusi, dan menulis.
“Tentunya menulis adalah sebuah sarana untuk menuangkan pemikiran dan pendapat agar tersebar luas di masyarakat. Jadi jika pemikiran kita ingin didengar oleh masyarakat luas, jangan berhenti menulis,” katanya.***