SuaraSerang.id - Setelah diumumkannya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh Pemerintah pada Sabtu (3/0/2022) lalu, pengusaha pengembang property tetap optimis bahwa pasar properti tidak akan terganggu penjualannya.
Direktur Wida Agung Group, Anton Sugianta mengatakan pasar akan tetap ada karena produk yang ditawarkan untuk end user.
Menurut Anton, segmen end user ini berpotensi cukup besar, itu bisa dibuktikan dengan suksesnya memasarkan Widari Village tahap I saat pandemi 2021 lalu.
"Pertama kali diluncurkan tahun lalu saat kasus pandemi lagi tinggi-tingginya, puji syukur sejauh ini telah terjual 250 unit. Saat ini kami sedang mempersiapkan proses serah terima kunci unit rumah, setelah itu kami siapkan pemasaran tahap II, kita melihat masih ada peluang," kata Anton di Jakarta, Selasa (6/9/2022).
Sementara, Konsultan Pemasaran Rita Megawati mengatakan keberhasilan penjualan tahap pertama ini berkat dukungan perbankan. Bank yang bekerja sama dengan Widari Village menawarkan banyak penawaran yang memudahkan konsumen.
“Uang muka rendah dan ada juga ada penyedia yang memberikan cicilan flat selama 10 tahun. Ini akan membantu kami dalam memasarkan Widari Village yang mayoritas konsumennya adalah kaum milenial,” ujarnya.
Menurut Rita, saat ini manajemen Wida Agung Group, pada komersialisasi/pemasaran tahap kedua, dengan menawarkan kemudahan diskon booking fee dengan hingga 50%.
Konsumen hanya membayar Rp 2,5 juta untuk rumah 1 lantai dan Rp 5 juta untuk rumah 2 lantai, dan konsumen berhak mendapatkan harga langsung 1 AC untuk semua tipe rumah.
"Selain itu, kita juga memberikan promo KPR spesial dengan cara bayar all in one dengan program DP 0 %, yang mencakup semua biaya seperti PPN, pajak pembeli untuk AJB (Akta Jual Beli) dan biaya balik nama. Kelebihan lainnya adalah proses AJB di Widari Village hanya membutuhkan waktu 2 tahun sejak sertifikat dipecah, berbeda dengan developer lain,” tambah Rita.
Baca Juga: Viral, Netizen Kritik Sekolah yang Hancurkan HP di Depan Siswa
(suara.com)