Suara Pulau Pasir, Sejarah Versi Indonesia Versus Australia hingga Suku Bajo

Serang

Minggu, 13 November 2022 | 23:32 WIB
Suara Pulau Pasir, Sejarah Versi Indonesia Versus Australia hingga Suku Bajo
Pulau pasir NTT (ANTARA/HO)

Hubungan internasional antara Indonesia dan Australia selalu mengalami pasang surut, hingga sengketa Pulau Pasir (Ashmore dan Cartier) masih terus memanas sampai sekarang ini.

Suara tentang Pulau Pasir atau Kepulauan Ashmore dan Cartier hingga saat ini jadi perbincangan hangat, memantik keretakan hubungan diplomasi antara Indonesia dan Australia.

Keberadaan Pulau Pasir atau Kepulauan Ashmore dan Cartier berjarak 110 km (68 mil) selatan Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) Indonesia, lalu berjarak 630 km (390 mil) utara Broome, Australia.

Menurut catatan masyarakat adat laut timor, kalau Pulau Pasir merupakan bagian dari wilayah suku adat Timor, Rote, Alor dan Sabu atau masih dalam kawasan perairan Indonesia.

Hal ini berdasarkan suara catatan kepunyaan masyarakat adat laut Timor, yang mana di tahun 1977 tertuang dokumen era pemerintahan kolonial Belanda pada masa penguasaan terhadap Indonesia (Netherlandsch Indie), yang menuliskan tentang luas, dan lokasi atas Pulau Pasir atau (Poelo Pasir).

Dokumentasi tersebut tersimpan dalam pencatatan "acte van eigendom" dengan luas “oppervlakte” sekira 15.500 hektare berdasar surat ukur (meetbrief) atas nama Warga Negara Indonesia.

Landasan ini kemudian menjadi penguatan bagi masyarakat adat dan laut Timor bahwa Pulau Asmhore merupakan milik kedaulatan Negara Republik Indonesia.

Hal itu berdasar tutur dari pemegang Mandat Hak Ulayat Masyarakat Adat Laut Timor Ferdi Tanoni, Minggu (13/11/2022). Sengketa Pulau Pasir antara Australia dan Indonesia, masyarakat adat akan melayangkan gugatan terhadap gugusan pulau tersebut atas klaim Australia ke Pengadilan Tinggi (Mahkamah Agung) Australia di Canberra atas Hak Adat Masyarakat Adat di Laut Timor.

Desakan masyarakat adat ulayat dan laut telah mendesak pemerintah Federal Australia bagian Utara tersebut untuk segera mencabut segala aktivitas di gugusan tanah dan perairan di lokasi sengketa pulau ashmore dan cartier.

baca juga

"Saya menegaskan hal itu, karena secara adat Gugusan Pulau Pasir itu merupakan hak milik suku adat Timor-Rote-Sabu-Alor," tegas Ferdi Tanoni, sekaligus pemegang mandat adat laut yang dikukuhkan di Pusat Kerajaan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara, tahun 2003 oleh tetua adat.

Ferdi Tanoni juga mendesak dan meminta Presiden Indonesia Jokowi bersama para menteri untuk membatalkan perjanjian antara kedua negara yang bersinggungan dengan Laut Timor maupun Arafura.

"Kami menolak konfrontasi perang di Pulau Pasir, kami ingin pemerintah membatalkan perjanjian antara Australia berkaitan dengan dua kawasan tersebut dan merundingkan kembali menggunakan Hukum Laut Internasional yakni UNCLOS 1982," tegas Ferdi.

Pulau Pasir [Peta ZEE Indonesia]
Pulau Pasir (sumber: Peta ZEE Indonesia)

Sejarah Pulau Pasir dan Tradisi Suku Bajo

Masyarakat Suku Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah lama mengenal tradisi melaut, mencari teripang maupun ikan, bukan saja di perairan Rote juga sampai di perairan Pulau Pasir yang banyak terumbu karang dan pasirnya yang putih.

Gugusan Kepulauan Asmore dan Cartier merupakan tempat persinggahan kapal-kapal nelayan di sana, ini dibenarkan oleh Ferdi Tanoni, pemegang mandat ulayat masyarakat dan laut timor.

Juga tertulis dalam catatan buku berjudul Boats to Burn: Bajo Fishing Activity in the Australia Fishing Zone terbit di 2007 karya Natasha Stacey. Dalam buku itu tertuang Suku Bajo di abad ke-19 telah menemukan Pulau pasir untuk melaut mencari ikan dan teripang (tripang) untuk kebutuhan Indonesia dan ekspor luar negeri.

Kemudian di tahun 1982 terjadi perjanjian hukum laut internasional (UNCLOS) antara Indonesia dan Australia melalui Konvensi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Setelah adanya kedaulatan perbatasan di tahun 1971. Serang.suara.com melansir, Minggu (13/11/2022) tentang kedaulatan perbatasan dari buku A Sequel to Mabo: Is 'Mare Nullius' also a Fiction for Indonesian Fishermen in Australian Waters? karya E. Gray tentang kemaritiman, terbitan 1977.

Lalu dari aturan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pemerintah Indonesia kemudian melakukan ratifikasi 3 Februari 1986, selanjutnya 5 Oktober 1992, pemerintah Australia juga meratifikasinya.

Australia berani mengklaim Pulau Pasir adalah miliknya merujuk Deklarasi Truman 1945 dan Konvensi Jenewa 1953 tentang Landas Kontinen, ujung dan atau batas akhir sebuah pulau memiliki kedalaman 200 meter, dalam jarak pandang 200 meter bila ditilik dari garis pantai.

Hal itu di atas melansir dari buku The Completion of Marine Boundary Delimination between Australia and Indonesia, yang inti tajuk Geopolitics and International Boundaries, 1997, pengasuh tulisan Victor Prescott, Profesor Geografi asal University of Melbourne.

Dalam buku itu tertuang kalau sengketa perbatasan Australia-Indonesia tuntas lewat negosiasi, 14 Maret 1997. Ketika Suku Bajo telah mengenal tradisi melaut sebelum warga Eropa berdatangan di Timur. Muncul pendudukan Amerika Serikat di Pulau Pasir dengan mengirim para pencari Ikan Paus serta kekayaan alam di perairan tersebut, sekira tahun 1870-an. Yang kemudian memicu perang antara Kerajaan Inggris di wilayah jajahannya Australia melawan Amerika Serikat.

Gesekan antara kedua negara tersebut pun kendor di meja perundingan di kantor Kolonial Inggris dan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, yang mana menyerahkan Kepulauan Ashmore dan Cartier kepada Inggris, medio tahun 1878 dan 1909.

Selanjutnya Kerajaan Inggris kemudian memandatkan gugusan pulau itu ke Australia (Federal Australia Wilayah Utara) tepat di tanggal 23 Juli 1931.

Kedatangan Suku Bajo di kawasan Pulau Pasir menjadi perkara bagi Australia, lalu terbitlah sertifikat kesepakatan bersama di tahun 1974 antara Indonesia dan Australia terkait penangkapan ikan secara tradisional.

Walau telah ada perundingan, tetap saja ada persoalan dalam menentukan batas laut di exclusive economic zone (ZEE) antara Indonesia dan Australia sehingga merugikan Indonesia, yang berdampak terhadap nelayan masyarakat Timor, mulai dari Rote, Alor dan Sabu. [*]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Apa Itu G20? Seperti Apa Sejarah dan Siapa Negara Anggotanya?

Apa Itu G20? Seperti Apa Sejarah dan Siapa Negara Anggotanya?

Blitz | Minggu, 13 November 2022 | 21:50 WIB

Ekspektasi Konsumen Kaltim Masih Kuat, BI: Lebih Tinggi Ketimbang Bulan Sebelumnya

Ekspektasi Konsumen Kaltim Masih Kuat, BI: Lebih Tinggi Ketimbang Bulan Sebelumnya

Kaltim | Minggu, 13 November 2022 | 18:30 WIB

Terkini

Mensesneg Nyatakan Kesiagaan Penuh Pascagempa Bumi NTT

Mensesneg Nyatakan Kesiagaan Penuh Pascagempa Bumi NTT

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:14 WIB

Basarnas Evakuasi 3 Korban Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa Bumi NTT di Maumere

Basarnas Evakuasi 3 Korban Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa Bumi NTT di Maumere

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Bukannya Jarah Isi Rumah, Pria di Bandar Lampung Ini Malah Angkut Pagar Milik Warga

Bukannya Jarah Isi Rumah, Pria di Bandar Lampung Ini Malah Angkut Pagar Milik Warga

Lampung | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Chiikawa The Movie Sukses Raup 6 Miliar Yen, Tayang di Indonesia 28 Agustus

Chiikawa The Movie Sukses Raup 6 Miliar Yen, Tayang di Indonesia 28 Agustus

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:00 WIB

HUT ke-81 RI dan Merdeka dari FOMO: Saatnya Berhenti Mengikuti Semua Tren!

HUT ke-81 RI dan Merdeka dari FOMO: Saatnya Berhenti Mengikuti Semua Tren!

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:56 WIB

Muhammad Kiandra Ramadhipa Berbagi Inspirasi di Purwokerto Jelang AHDC 2026

Muhammad Kiandra Ramadhipa Berbagi Inspirasi di Purwokerto Jelang AHDC 2026

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Peringatan Dini Tsunami Gempa Bumi NTT M 7,7 Dicabut

Peringatan Dini Tsunami Gempa Bumi NTT M 7,7 Dicabut

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:53 WIB

Legislator PDIP Tantang Calon Hakim Agung Bereskan Kasus Terbengkalai dan Pangkas Birokrasi MA

Legislator PDIP Tantang Calon Hakim Agung Bereskan Kasus Terbengkalai dan Pangkas Birokrasi MA

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:49 WIB

2 Orang Meninggal usai Gempa Bumi NTT di Pelabuhan El Say Sikka

2 Orang Meninggal usai Gempa Bumi NTT di Pelabuhan El Say Sikka

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:46 WIB

Dinding Gudang Bulog Jebol Akibat Gempa M 7,7 Nagekeo NTT, Stok Beras di Bima Berhamburan

Dinding Gudang Bulog Jebol Akibat Gempa M 7,7 Nagekeo NTT, Stok Beras di Bima Berhamburan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:40 WIB

×