Viralnya pencopotan slogan bertuliskan Gereja Reformed Injili Indonesia disingkat GRII dan juga IREC, di tenda bantuan korban gempa bumi di Cianjur, Provinsi Jawa Barat menjadi polemik.
Bahkan terjadi kontra pernyataan antara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan.
Ridwan Kamil alias RK malah berang saat melihat video viral dari salah satu organisasi masyarakat saat aksi mengelupas atau copot label slogan GRII di tenda pengungsian warga.
"Saya sudah meminta kepolisian khususnya Kapolda Jawa Barat untuk menindaklanjuti hal ini agar tidak terulang lagi di kemudian hari. Hatur Nuhun," kata Ridwan Kamil dalam keterangan tertulisnya di Bandung, Minggu (27/11/2022), melansir laporan suara.com partner serang.suara.com.
Kang Emil sapaan akrabnya, sangat menyayangkan sikap dari oknum yang telah melukai hati yang memberi bantuan tenda kepada korban bencana alam gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat.
![Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil saat sesi wawancara turut mendampingi Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka [Suara.com/Ari Welianto]](https://media.suara.com/suara-partners/serang/thumbs/1200x675/2022/11/27/1-ridwan-kamil.jpg)
"Semestinya itu tidak terjadi, perbedaan iman bukan suatu alasan hal untuk dapat melakukannya," ujar Ridwan Kamil, yang digadang-gadangkan jadi calon presiden RI 2024.
Sekali lagi kata Ridwan Kamil, "Walaupun kita tidak bersaudara dalam keimanan. Kita tetaplah bersaudara dalam kebangsaan dan kemanusiaan," tegasnya.
Menurut Ridwan Kamil, adanya slogan atau label identitas merupakan salah satu bentuk tanggung jawab dari donatur dan itu wajar.
Semua ada label identitas ketika donatur dari mana saja saat datang memberi bantuan kepada yang terdampak bencana. Itu salah satu bentuk tanggung jawab yang mengantar bantuan terhadap donatur yang titip bantuan.
Baca Juga: Fakta Jessica Iskandar Buka Donasi, Langsung Klarifikasi Soal Nyicil Hutang Miliaran Usai Ketipu
Gubernur Jawa Barat itu mengatakan, pencopotan itu merupakan sikap arogansi dan telah menodai misi kemanusiaan. Kata Ridwan, itu seperti bentuk kebencian suatu golongan.
"Karenanya Sila ke-2 Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab harus dijunjung dengan baik dan dipraktikkan dengan bijak. Bantuan kemanusiaan tidak boleh ternoda sedikit pun oleh unsur kebencian golongan," tambah Ridwan Kamil.
![Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan saat diwawanca diruangannya, Jumat (3/12/2021). [Fauzi Noviandi/Suara.com]](https://media.suara.com/suara-partners/serang/thumbs/1200x675/2022/11/27/1-kapolres-cianjur-akbp-doni-hermawan-saat-diwawanca-diruangannya-jumat-3122021.jpg)
Sebelumnya, terberitakan viral nama Kapolres Cianjur Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan di media sosial bahkan trending topik di Twitter.
Netizen pun menggeruduk Kapolres Cianjur dan mendesak Kapolri Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo untuk mencopot AKBP Doni Hermawan dari jabatannya sebagai kepala kepolisian resor setempat.
"Menyedihkan, jika selaku aparat negara dalam hal ini Kapolres Cianjur memberi ruang kepada para bibit intoleran beraksi," ucap @figoantasena, Minggu (27/11/2022).
Menurut netizen seakan-akan Kapolres Cianjur jadi juru bicara dari aksi pencopotan label 'Gereja Reformed Injili Indonesia' di atas tenda pengungsi korban gempa bumi di Cianjur.
"Kebinekaan telah kita sepakat bersama jauh sebelum beliau jadi kapolres cianjur. Kejadian itu di respon seolah beliau jadi jubir itu. Miris," sambung pemilik akun @figoantasena.
Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan sempat menanggapi aksi dari video viral copot identitas bertuliskan gereja di tenda pengungsian warga.
Bahkan sosok paling terdepan saat menyelamatkan warga dan anak dari reruntuhan dinilai netizen blunder dengan sikapnya.
"Blunder ini pernyataan Kapolres Cianjur, jelas2 itu aksi intoleransi, nyopot2in label, lagian label2 kyak itu biasa ada di bantuan2 yg lain, knp yg dr gereja hrus dicopot?,” kata seorang warganet di Twitter. [*]