serang

Putra Bung Karno : Presiden Indonesia Tidak Harus Trah Soekarno

Serang Suara.Com
Jum'at, 13 Januari 2023 | 07:38 WIB
Putra Bung Karno : Presiden Indonesia Tidak Harus Trah Soekarno
Guntur Soekarnoputra (Facebook/M Irawati Soemadi)

PDI Perjuangan yang baru saja merayakan hari jadinya ke-50 tahun hingga sekarang belum memunculkan nama calon presiden pada pemilu 2024 mendatang.

Publik hingga kini masih bertanya-tanya apakah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dilema siapa calon penerus Jokowi selanjutnya, Puan Maharani atau Ganjar Pranowo.

Diketahui elektabilitas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dari beberapa lembaga survei cukup tinggi mengalahkan Puan Maharani. Namun demikian Ganjar dianggap tidak mampu meneruskan trah Soekarno

Sedangkan Puan Maharani yang notabene Putri Kandung Megawati adalah keturunan sah Soekarno.

Ditengah kisruh politik itu video lawas wawancara antara Tribunnews Guntur Soekarnoputra yang merupakan kakak dari Megawati kembali beredar. Dalam rekaman tersebut Guntur secara blak-blakan mengatakan bahwa Presiden Indonesia tidak harus dari trah Soekarno.

"Menurut Mas Tok, apa memang keluarga Bung Karno harus menjadi pemimpin politik di tingkat nasional?" tanya Direktur Pemberitaan Tribun Netwok, Febby Mahendra Putra, pada 30 Agustus 2022.

"Kalau menurut saya, pemimpin politik nasional, tegasnya presiden, tidak harus keluarga Bung Karno. Kenapa?" ujar Guntur, dikutip pada Kamis (12/1/2023).

"Orang lain punya kesempatan yang sama dan mereka berhak, nggak bisa kita halangi, nggak boleh (atau) apa," sambungnya

Mas Tok biasa Guntur disapa menyampaikan ciri-ciri ideal seorang capres yang bahkan tidak harus berdasarkan survei elektabilitas.

Baca Juga: Bantah Lukas Enembe Ditangkap saat Hendak Kabur : Setidaknya Ditemukan Uang Mata Asing dan Paspor!

"Kalau menurut saya, yang pantas memimpin Indonesia ini harus seorang pemimpin, mboh lanang mboh wedok (mau laki-laki atau perempuan) itu yang harus berada di hatinya basis massa," kata Guntur.

"Jadi saya selalu melihat basis massa. Saya nggak peduli ada kalangan atas, ada survei elektabilitas segala macam, itu untuk saya tidak terlalu penting. Yang penting dia ada di hatinya basis massa atau tidak," lanjutnya.

Guntur menegaskan, elektabilitas yang tinggi namun tidak benar-benar diterima masyarakat adalah omong kosong belaka.

"Tapi kalau dia memang ada di basis massa, walaupun elektabilitasnya rendah, itu pantas jadi pemimpin, jadi presiden," tegasnya menambahkan.

Guntur mengaku beberapa kali melakukan survei secara mandiri sosok pemimpin yang akan dipilih masyarakat. Guntur mencotohkan misalnya ia bertanya kepada pedagang ikan keliling yang datang ke rumahnya.

Sambil membeli ikan, Guntur lalu akan bertanya, "Eh, nanti kalau ada pemilihan presiden, kamu pilih siapa? Dia sebut nama. (Saya bertanya lagi) 'Yakin kamu?' (Dia jawab) 'Ya saya cuma milih dia'."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI