Serang Suara - Kini kasus korupsi di tubuh KPK mulai tercium bau busuknya, akibat ulah oknum pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi tilap uang negara mencapai ratusan juta buat pacaran.
Perbuatan NAR merupakan pegawai admin Kedeputian Penindakan dan Eksekusi KPK bikin netizen geleng kepala. Apalagi hasil praktik mark up perjalanan dinas penyidik di lembaga anti rasuh itu ia pakai buat hangout alias jalan-jalan.
"Lalu uangnya dipakai pacaran, belanja baju, ngajak keluarganya jalan-jalan," kata sumber di internal KPK.
Sumber Suara.com menyebut, peristiwa itu diduga terjadi saat penyidik KPK menangani kasus korupsi yang menjerat Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, Agustus 2021.
Modus yang diduga dilakukan NAR, memanipulasi biaya perjalanan dinas penyidik di laporan pertanggungjawaban, di antaranya tiket pesawat, hotel, penyewaan kendaraan dan uang makan.
"Caranya dia (NAR) manipulasi jumlah orang yang berangkat plus bikin bukti bayar bodong," kata sumber tersebut.
Untuk kendaraan, NAR diduga memanipulasi penyewaan mobil para penyidik yang bertugas. Mobil yang disewa sebenarnya empat unit untuk lima hari.
Bukan itu saja saat berada di lokasi operasi, NAR juga melakukan manipulasi sewa kendaraan bagi para penyidik saat bertugas.
Ketika penyidik bertugas lima hari dan memakai mobil empat unit, oknum KPK itu membuatnya jadi enam buat seminggu.
Baca Juga: Idul Adha 2023, Tahanan KPK Salat di Rumah Tahanan, Bisa Salam Keluarga Juga
Demikian juga dengan tiket pesawat, dengan menaikan harga tiket, dan menambah jumlah personel, tak ketinggalan juga dengan biaya hotel. [*]