Sebanyak 215 krismawan dan krismawati menerima Sakramen Krisma di Gereja Katolik Stasi Santu Petrus dan Paulus Desa Lolowonu, Nikootano di Undreboli, Kota Gunungsitoli, Provinsi Sumatra Utara, Minggu (2/7/2023).
Para krismawan dan krismawati tersebut berasal dari tujuh stasi atau gereja yang berada di Rayon Santo Gabriel Wilayah Gunungsitoli, Paroki Kristus Gembala Baik, Provinsi Sumatera Utara. Selain dari para penerima Sakramen Krisma, ribuan umat juga mengikuti misa
Wakil Ketua Panitia Penerimaan Sakramen Krisma Bruno Adolf Richard Telaumbanua mengatakan, pelaksanaan salah satu dari tujuh sakramen tersebut berlangsung sederhana, yang diikuti para krismawan dan krismawati serta para umat dari tujuh stasi di Rayon Santo Gabriel Gunungsitoli.
"Puji Tuhan, semua berlangsung khidmat dan sederhana," ungkap Richard.
Ia mengatakan, sebelum kegiatan penerimaan Sakramen Krisma, para calon yang terdiri pemuda maupun pemudi Katolik mengikuti pembelajaran selama enam bulan lamanya.
"Ini merupakan puncak dari rentetan agenda keagamaan yang disebut Sakramen Krisma," jelas Richard, aktivis gereja stasi Santu Petrus dan Paulus Desa Lolowonu Nikootano.
Sebelumnya Vikjen Keuskupan Sibolga Pastor Gregorius Fau, OFM. Cap didampingi Pastor Paroki Kristus Gembala Baik, Sirilus Temamano Gulo, Pr kemudian Pastor Vikaris Bastian Humendru, Pr dan Pastor Alex Obe, Pr memimpin berlangsungnya Sakramen Krisma di gereja tersebut.
![Wakil Ketua Panitia Penerimaan Sakramen Krisma Bruno Adolf Richard Telaumbanua saat memberikan sambutan dalam acara Sakramen Krisma di Gereja Santu Petrus dan Paulus Lolowonu Nikootano di Undreboli, Gunungsitoli. [Suara.com/Kariadil Harefa]](https://media.suara.com/suara-partners/serang/thumbs/1200x675/2023/07/02/1-undreboli-nikootano-gunungsitoli-2.jpg)
Pastor Gregorius Fau, OFM. Cap mengatakan, para krismawan dan krismawati secara iman mereka sudah dewasa dan tentunya punya tanggung jawab dalam Kristus.
Ini seirama dengan tujuan dari perkataan Yesus sambungnya, "Bagaimana hidup lebih baik dan tentunya diiringi pengaruh Roh Kudus sebagai landasan utama untuk menjalankan hidup, artinya duniawi hanya sebagai pengiring dan lebih utama menumbuhkan atau menguatkan iman".
Baca Juga: Harga Telur Naik di Gunungsitoli dan Kota Serang
Selain itu katanya, "Harus mampu mengambil ketegasan dalam hidupnya, jangan hanya mengambil yang mudah saja. Kesulitan-kesulitan juga bagian dari kerja-kerja Roh Kudus agar kamu kuat di dalam Kristus menjalani hidup".
Menurut Pastor Gregorius Fau bahwa penerimaan Sakramen Krisma agar bisa dekat dengan Kristus. Itulah fungsi dan tujuan dari Sakramen Krisman.
"Kamu yang hidup harus dan perlu meneguhkan iman, dan agar bisa lebih dekat denganny dengan menanamkan ilmu agama sehingga dalam jiwa tertanam roh Kudus dalam diri para penerima sakramen," ungkapnya.
Usai agenda penerimaan Sakramen Krisma, dilanjutkan agenda adat budaya Nias yang diikuti para umat dan ratusan krismawan dan krismawati dari tujuh stasi di lingkungan Rayon Santo Gabriel Gunungsitoli, Sumatera Utara. [*]