Adapun Maidestal langsung memberi kritik, dan menilai ini sama halnya pemalakan. Bukan saja lapangan voli tapi kabarnya juga ada lapangan basket juga kena pungut biaya.
Ini seakan-akan gubernur maupun wakil gubernur tidak lihai dalam mencari dan atau meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
"Parah ini gubernur atau wagub, seperti nga bica cari PAD dari sumber lain saja, malah ini anak sekolah dipunguti. Beda lho jika swasta," ucapnya.
Kendati demikian jajaran OPD Dispora Sumatera Barat berencana akan membahas sarana berbayar bagi pelajar itu dengan anggota DPRD Sumbar. [*]
Kontributor: Putra Tanhar