Serang Suara - PSSI akan mendatangkan pemain keturunan gelombang kedua untuk bergabung dalam Timnas Indonesia U-17. Kesempatan ini diberikan luas bagi para pemain keturunan untuk menjadi bagian dari tim nasional tersebut.
Rencana ini diungkapkan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang menyatakan bahwa enam pemain keturunan tambahan akan dipanggil.
Sebelumnya, enam pemain diaspora sudah mendapat panggilan untuk seleksi. Namun dari jumlah tersebut, empat pemain harus dipulangkan karena tidak memenuhi kriteria yang ditentukan.
"Yang tersisa adalah Aaron Liam Suitela dan Welber Halim Jardim," kata Dirtek PSSI Indra Sjafri, Minggu (23/7/2023) kemarin.
Sayangnya, Welber belum bisa hadir untuk seleksi karena masih terikat dengan kegiatan timnya di FC Sao Paulo U17, Brasil.
Dengan menyisakan hanya dua pemain keturuan tersebut, PSSI akan kembali memanggil enam pemain lainnya untuk seleksi. Erick Thohir menyatakan bahwa keputusan akhir mengenai para pemain yang akan dipilih nantinya akan ada di tangan pelatih.
![Erick Thohir - Timnas Indonesia U-17 [Dok. PSSI]](https://media.suara.com/suara-partners/serang/thumbs/1200x675/2023/07/22/1-erick-thohir-timnas-indonesia-u-17.jpg)
Namun pihaknya tetap memberikan kesempatan bagi pemain diaspora untuk bersaing.
Sebelumnya, ada enam pemain diaspora yang tidak lolos seleksi adalah Madrid Augusta (AFC'34 Alkmaar), Mahesa Ekayanto (FC Dordrecht), Staffan Qabiel Horito (Academy Sant Cuggat), dan Aaron Nathan Ang (Youth FC Nottingen).
Wawancara sebelumnya, Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri, telah mengumumkan bahwa ada tujuh pemain yang akan dipanggil untuk menjalani seleksi Timnas U-17, termasuk pemain diaspora yang sebelumnya harus pulang.
Dengan adanya kedatangan enam pemain diaspora tambahan, peluang bagi pemain keturunan gelombang kedua semakin terbuka lebar untuk menjadi bagian dari Timnas Indonesia U-17 untuk Piala Dunia U-17 2023, yang diselenggarakan 10 November hingga 2 Desember 2023 di Indonesia. [*]