Menunggu Ditangkap! Polda Sumbar Kantongi 8 Nama Dalang yang Menunggangi Demo PSN Air Bangis Pasaman Barat

Serang | Suara.com

Jum'at, 11 Agustus 2023 | 19:45 WIB
Menunggu Ditangkap! Polda Sumbar Kantongi 8 Nama Dalang yang Menunggangi Demo PSN Air Bangis Pasaman Barat
Irjen Pol Suharyono Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) (Suara.com/Putra Tanhar)

Suara Serang - Polda Sumbar sudah kantongi 8 (delapan) nama dalang yang menunggangi demo warga Jorong Pigogah Patibubur, Nagari Air Bangis, Sungai Beremas, Pasaman Barat yang berhari-hari di Padang, Sumatera Barat.

Hal ini dikatakan Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono, di Masjid Raya Sumbar, Jumat (11/8/2023). Katanya, sudah kantongi nama dan sedang memburu 8 orang sosok yang diduga menunggangi serta memprovokasi aksi unjuk rasa (unras) selama enam hari di depan kantor gubernur hingga tidur di Masjid Raya Sumbar.

Menurut data yang mereka kantongi, kalau delapan orang tersebut telah mereka periksa. "Mereka rata-rata pemilik lahan spektakuler," ucap Irjen Pol Suharyono.

Masih kata Kapolda Sumatera Barat Suharyono, kalau terduga dalang demo punya lahan seluas 70 hektar di hutan milik negara. Ada yang miliki 15 hektar, 20 hektar, 10 hektar hingga 7 hektar paling minim.

"Mereka yang memimpin pergerakan ini, mereka khawatir lantaran isu PSN Air Bangis jadi ada isu kalau tanah mereka akan disita negara, sampai kami bertanya siapa yang ngomong?" beber mantan Direktorat Intelijen Keamanan (Dirintelkam) di Baintelkam Polri itu.

Suharyono mengatakan, proyek strategis nasional ini masih dalam usulan dan belum terjadi apa-apa. Kalau kawasan hutan sejak tahun 1921 sudah menjadi kawasan hutan yang  itu dilindungi. Di situ ada atas nama negara, ada koperasi resmi, undang-undang jelas, aturannya jelas, nomor perizinan jelas dari pusat, pemprov dan Pemkab sudah jelas.

"Kalau mereka masyarakat yang sudah terlanjur‎ panen, panen saja, kenapa sih. Gak akan kita tangkap, dengan catatan, ya kalau selama ini memang ada keleluasan dari pemerintah yang mengizinkan, silahkan panen, diatas hutan milik negara ini yang sudah diklaim sejak tahun 1975, tahun 1985. Kalau saya bicara sejarahnya panjang," ujar Suharyono.

Dikatakan, pihaknya sudah setuju dengan seluruh forkopimda untuk memperbolehkan masyarakat untuk memanen di sana. Tapi masyarakat yang membuat ribut persoalan ini, merupakan masyarakat pendatang, masyarakat setempat dari Air Bangis, buktinya juga melakukan unjuk rasa dan menolak kalau yang berunjuk rasa itu mengatasnamakan Air Bangis, bukan. Bukan seluruhnya warga Air Bangis.

"Karena itu pemilik-pemilik yang 70 hektar, 25 hektar, 20 hektar, 15 hektar , 10 hektar itu bukan masyarakat Air Bangis, bukan masyarakat Pasaman Barat. Mereka masyarakat pendatang dari luar provinsi, datanya sudah ada di kami. Ya, maaf kita tidak menyebut, nanti jadi gaduh. Tapi sudah ada di kami semua," katanya.

Dikatakannya, saat pihaknya melakukan tindakan tersebut, yang penting apa, siapa yang bekerja di lahan milik negara itu, coba,  pihaknya tidak membela siapa koperasi‎ dan bagaimana prosedurnya.

"Kami hanya menyarankan agar menjadikan legalitas itu. Orang yang menggarap milik lahan negara, kemudian hasilnya dijual ke koperasi milik negara, atas nama negara, 70 persen untuk petaninya, 30 persen untuk koperasinya, aman," ujarnya.

Irjen Pol Suharyono juga mengatakan, akan tetapi kenyataannya yang bermain di sana, pengepul-pengepul tersebut, yang saat ini berhadapan dengan kepolisian.

Pengepul itu melarang yang memanen lari ke koperasi yang legalitasnya jelas. Mereka menarik semua itu karena apa, mereka sudah membayar di depan, mau tidak mau, petani menjual hasil panen ke mereka.

"Kami akan menangkap semua pengepul, akan menangkap semua ya disitu, orang-orang yang melakukan hambatan-hambatan‎ untuk kepentingan dia pribadi," katanya.

Jelasnya, bayangkan masyarakat, menanam, mengelola tanaman sawit bukan pada lahannya, kalau ditanya lahan mana, kalau kamu pendatang yang baru lima tahun lalu. Ini sudah ada yang 100 tahun, sampai ninik mamak, sampai ada kedatuan, sampai tanah adat milik dia, pendatang juga sama. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Buru 8 Orang Diduga Dalang Demonstrasi Warga Air Bangis Pasaman Barat, Kapolda Sumbar: Identitasnya Sudah Dikantongi!

Buru 8 Orang Diduga Dalang Demonstrasi Warga Air Bangis Pasaman Barat, Kapolda Sumbar: Identitasnya Sudah Dikantongi!

Sumbar | Jum'at, 11 Agustus 2023 | 19:11 WIB

Pengamat Bilang Langkah Polisi Sudah Tepat, Soal Tangkap Dua Warga Air Bangis Serobot Tanah

Pengamat Bilang Langkah Polisi Sudah Tepat, Soal Tangkap Dua Warga Air Bangis Serobot Tanah

| Jum'at, 11 Agustus 2023 | 16:57 WIB

Hukum Malam Tirakatan 17 Agustus Menurut Islam, Khalid Basalamah: Itu Ijtihad Individual

Hukum Malam Tirakatan 17 Agustus Menurut Islam, Khalid Basalamah: Itu Ijtihad Individual

News | Jum'at, 11 Agustus 2023 | 16:02 WIB

Terkini

Agensi Umumkan Ji Eunho Keluar dari LUN8, Pilih Fokus Pemulihan Kesehatan

Agensi Umumkan Ji Eunho Keluar dari LUN8, Pilih Fokus Pemulihan Kesehatan

Your Say | Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:30 WIB

Lucinta Luna Pakai Sarung dan Peci saat Salat Id: Perlahan Memperbaiki Diri...

Lucinta Luna Pakai Sarung dan Peci saat Salat Id: Perlahan Memperbaiki Diri...

Entertainment | Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:28 WIB

Potret Pelaksanaan Salat Idul Fitri di Berbagai Daerah Indonesia

Potret Pelaksanaan Salat Idul Fitri di Berbagai Daerah Indonesia

Foto | Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:26 WIB

Setahun Sekali Aja Masih Gengsi? Minta Maaf Itu Bukan Aib

Setahun Sekali Aja Masih Gengsi? Minta Maaf Itu Bukan Aib

Your Say | Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:25 WIB

Live Report: Suasana Pemudik di Hari H Lebaran Idulfitri di Bekasi Kalimalang

Live Report: Suasana Pemudik di Hari H Lebaran Idulfitri di Bekasi Kalimalang

Video | Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:18 WIB

Ayah Kenang Momen Vidi Aldiano Takbiran: Suaramu Masih Menggema sampai Akhir Masa

Ayah Kenang Momen Vidi Aldiano Takbiran: Suaramu Masih Menggema sampai Akhir Masa

Entertainment | Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:16 WIB

Status WNI Dean James Jadi Skandal, KNVB: Ini Kasus yang Rumit, Mohon Bersabar

Status WNI Dean James Jadi Skandal, KNVB: Ini Kasus yang Rumit, Mohon Bersabar

Bola | Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:10 WIB

Live Report: Suasana Pemudik di Stasiun Gambir pada Hari H Idulfitri 2026

Live Report: Suasana Pemudik di Stasiun Gambir pada Hari H Idulfitri 2026

Video | Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:04 WIB

Prabowo Tinjau Huntara Korban Bencana Banjir Aceh Usai Salat Id, Cek Fasilitas dan Sapa Warga

Prabowo Tinjau Huntara Korban Bencana Banjir Aceh Usai Salat Id, Cek Fasilitas dan Sapa Warga

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:04 WIB

Chae Jong Hyeop dan Won Ji An Diincar Bintangi Drakor Sejarah Unnamed Lamp

Chae Jong Hyeop dan Won Ji An Diincar Bintangi Drakor Sejarah Unnamed Lamp

Your Say | Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:00 WIB