Suara Serang - Pegiat media sosial Denny Siregar mengecam Partai Solidaritas Indonesia (PSI) karena mencabut dukungannya terhadap Ganjar Pranowo, sebuah langkah yang menarik perhatian publik.
Denny Siregar yang dikenal vokal mendukung Ganjar Pranowo tak henti-hentinya mengkritik keputusan PSI. Dalam cuitan tertanggal 23 Agustus 2023, Denny Siregar menulis,
"Maaf ya, adek2ku di @psi_id. Suara rakyat katanya adalah suara Tuhan. Jadi membatalkan rembug rakyat berarti membatalkan...?" tulis Denny Siregar menyindir seperti yang dikutip dari Twitter miliknya Rabu (23/8/2023).
Tahun 2019 lalu, Denny Siregar sempat mendorong PSI untuk tetap teguh dan tegas dalam menjaga bangsa.
"Tahun 2019 ketika menyemangati adik2 @psi_id untuk selalu konsisten dan berani dalam mengawal negara. Saya bilang, "Saya yang pertama akan menjewer ketika kalian membelot dari misi kalian sendiri.."
Sindiran halus Denny Siregar ini menyoroti pergeseran yang tampak jelas dalam posisi PSI dan menyiratkan bahwa partai tersebut menjauhkan diri dari prinsip-prinsip yang pernah diperjuangkannya.
Kritik Denny terhadap PSI jadi perhatian publik.
Lanskap politik penuh dengan spekulasi dan perdebatan seputar Pemilihan Presiden 2024 mendatang, pernah diutarakan Partai Solidaritas Indonesia.
Diketahui, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menyampaikan empat rekomendasi dewan pimpinan wilayah (DPW) PSI terkait arah dukungan partai pada Pilpres 2024.
“Jadi, sore tadi, 38 ketua DPW PSI sudah bermusyawarah. Izinkan saya membacakan hasil rekomendasi 38 ketua DPW kita,” kata Grace dalam kopi darat nasional (Kopdarnas) PSI di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Selasa (22/8/2023) malam.
Pertama, kata Grace, DPW meminta DPP PSI untuk kembali menyerap aspirasi dan keinginan rakyat terkait bakal calon presiden (capres) yang memiliki komitmen kerakyatan dan melanjutkan visi misi pembangunan Presiden Joko Widodo.
“Kami meminta DPP untuk ‘ojo kesusu’ dan terus mencermati dinamika politik yang berkembang, termasuk komitmen tegak lurus kepada Pak Jokowi agar dipegang teguh dalam keputusan yang menyangkut masa depan bangsa,” kata dia.
Kedua, DPW PSI meminta penentuan bakal capres dari PSI diambil dengan mempertimbangkan faktor siapa calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi.
"Perlu dicermati bersama-sama semua dinamika politik, termasuk proses judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai batas usia capres dan cawapres yang sedang diajukan oleh LBH PSI di MK," imbuhnya.
Apabila MK mengabulkan uji materi tersebut, sambung Grace, maka selayaknya DPP PSI memberikan dukungan kepada kandidat cawapres yang berusia minimal 35 tahun dengan kapasitas dan kapabilitas.
Ketiga, lanjut Grace, dalam musyawarah DPW PSI, terdapat perbedaan pendapat mengenai siapa yang layak didukung sebagai capres 2024.
"Ada yang ingin Mas Ganjar, ada yang mendukung Pak Prabowo, dan juga ada yang bilang PSI jomblo saja," sebutnya.
Keempat, Grace mengatakan bahwa DPW PSI ingin kriteria utama dalam memilih capres-cawapres adalah figur yang benar-benar bisa melanjutkan semua yang sudah dibangun dan dikerjakan oleh Presiden Jokowi.
"Indonesia tidak boleh mundur ke belakang karena salah dalam memilih Presiden. Tidak ada pilihan lain selain maju bersama capres dan cawapres yang berkomitmen melanjutkan program Presiden Jokowi," kata dia.
Kendati begitu, Grace belum membeberkan siapa nama capres ataupun cawapres yang akan didukung PSI pada pilpres mendatang.
"Demikian bro dan sis isi dari rapat musyawarah bersama para ketua DPW se-Indonesia. Jumlahnya 38. Mereka tadi bermusyawarah sebelum acara ini dimulai," katanya.
Kopdarnas PSI itu dihadiri oleh Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, putri Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Yenny Wahid, hingga Politisi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko. [*]