Suara Serang - Pemberian bansos kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan segera cair di tahun 2023 ini. Hal itu dikatakan Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi.
Kata Arief Prasetyo Adi, kemungkinan jadwal bansos cair buat 21,353 juta KPM di agendakan Oktober 2023, kini jadi September 2023.
"Apabila hari ini memang gabah kering panen itu kurang, kita akan lakukan intervensi lebih awal," kata Kepala Badan Pangan Nasional, Arief di Pasar Klender, Jakarta Timur, kutip Suara partner Serang.suara.com, Senin (28/8/2023).
Masih kata Arief, kalau dirinya dalam waktu dekat bersama Dirut Bulog dan para menteri terkait akan menggelar rapat terbatas bersama Presiden Jokowi.
Ratas pemberian bantuan sosial kepada masyarakat penerima manfaat program Jokowi itu, untuk segera dicairkan, sehingga jadwal pemberian bansos KPM dimajukan.
Top Up Stok Bulog
![beras impor vietnam milik bulog [ANTARA FOTO/Galih Pradipta]](https://media.suara.com/suara-partners/serang/thumbs/1200x675/2023/07/21/1-beras-impor-vietnam-milik-bulog.jpg)
Mengantisipasi stabilitas pangan nasional, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi menyebut saluran bantuan pangan beras untuk KPM membutuhkan 640 ribu ton beras.
Bulog sudah punya stok cadangan, dan saat ini ada 1,6 juta ton. Jadi ketika dibagikan kepada 21.353 juta Keluarga Penerima Manfaat, masih tersisa 1,2 juta ton lagi.
"Jadi kita selalu top up stok Bulog, kalau kita punya cadangan akan ada yang masuk lagi 400 ribu ton. Jadi semua aan tetap stabil stok beras di angka 1,6 juta," katanya.
Bansos pangan beras buat KPM di Indonesia untuk mengurai harga beras yang kini sedang naik harganya.
Baca Juga: Paksa Siswi SMK Ena-Ena, Polres Serang Kurung Sekcam Cabul
Produksi beras pada semester II memang lebih turun dibandingkan semester I, belum lagi fenomena El Nino.
Sehingga, cadangan beras yang dimiliki pemerintah perlu digelontorkan guna menjaga stabilisasi harga di masyarakat.
"Jadi semester II sudah pasti turun. Kemudian ada beberapa isu seperti El Nino dan lain-lain, itu dampaknya akan 3 bulan ke depan, kecuali daerah-daerah irigasi teknis atau daerah-daerah yang punya water reservoir itu masih bisa menampung," tutupnya. [*]