SuaraSoreang.id - Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin ungkap kekecewaannya kepada Presiden Joko Widodo yang menurutnya lepas tangan soal kasus pembunuhan kliennya.
Menurut Kamaruddin, instruksi Jokowi untuk membuka kasus pembunuhan Brigadir J dengan seterang-terangnya tidak lantas membuat kasus tersebut terang.
Meski demikian, ia mengakui terkait instruksi Presiden kepada pihak kepolisian untuk membuka kasus pembunuhan Brigadir J hingga tuntas, setidaknya dalam empat kali momen.
Tetapi karena presiden tidak mau berbuat sesuatu maka pada akhirnya, kecuali hanya mengatakan 4 kali buka seterang-terangnya memang kita akui dia mengatakan itu empat kali, dalam empat kali momen," ungkapnya, dilansir dari Depok.Suara.com, Sabtu (18/9/2022).
Dengan sikap lepas tangan Jokowi atas kasus pembunuhan Brigadir J ini, menurutnya Presiden telah membiarkan Polri untuk terjebak dalam masalahnya sendiri.
"Presiden membiarkan polri terjebak dalam lumpur itu akhirnya sampai dengan hari ini mereka terjebak tidak bisa keluar," ujarnya.
Akibat kekecewaan tersebut, Kamaruddin pun berpesan kepada masyarakat Indonesia untuk sama-sama belajar dari kasus ini.
Dalam penuturannya, Kamaruddin berpesan kepada masyarakat untuk lebih jeli dalam memilih Presiden yang mampu memimpin Indonesia dengan baik dan bertanggungjawab di Pilpres 2024 nanti.
"Jadi saya hanya mengatakan kita harus selamatkan Indonesia ini melalui suatu tindakan yang tepat yaitu pada tahun 2024 pilihlah pemimpin yang baik yang bertanggung jawab supaya Indonesia ini kita benahi bersama," pesannya.
Kamaruddin juga mengungkapkan kepercayaannya bahwa masih banyak orang baik di negeri ini, namun seakan menutup mata akan hal ini.
Menurutnya kekurangan di Indonesia adalah perihal kekompakan dalam memperbaiki tanah air.
"Kemudian sebenarnya kalau saya perhatikan lebih banyak orang baik di negara Indonesia ini tetapi tidak peduli. Terbukti ketika saya ke daerah dari anak-anak sampai dewasa, baik yang tidak berkerudung sampai yang berkerudung semua tak ada malu-malu memeluk saya, memeluk dan mengatakan terimakasih. Artinya mereka rindu Indonesia ini negara yang baik tetapi kita kurang kompak untuk memeperbaiki negara ini. Oleh karena itu kita harus kompak," pungkasnya.
Sumber: Depok.Suara.com