SuaraSoreang.id - Tragedi KM 50 yang menewaskan enam orang Laskar FPI kembali mencuat. Kali ini muncul dugaan bahwa Ferdy Sambo juga ikut terlibat.
Hal tersebut bermula dari pernyataan Angggota Komisi III DPR yang menyunggung tragedi tersebut di hadapan Menko Polhukam, Mahfud MD.
Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond J Mahesa saat rapat dengan pemerintah dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada 24 Agustus lalu.
"Ada apa kok institusi terlibat sebanyak ini. Ada kesan geng-gengan," kata Desmond.
"Saya diingatkan kasus KM 50, kesannya dikeroyok, ditutup. KM 50 kan bicara novum," jelas Desmond.
Mendengar hal tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung menanggapinya secara tegas bahwa kasus penembakan Laskar FPI di KM 50 sudah diproses di pengadilan.
Teranyar, tragedi di KM 50 kembali disinggung oleh pengacara Brigadir J, Kamariddun Simanjuntak yang mengungkapkan pendapat serta analisanya terkait tragedi tersebut dengan kasus pembunuhan Brigadir J.
Dari analisa kedua kasus tersebut, ia menduga ada keterlibatan dari mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo.
Dilansir dari SuaraTasikmalaya.id, Kamaruddin menilai ada kejanggalan dalam tragedi KM 50 tersebut, meskipun kini para pelakunya sudah menjalani hukumannya masing-masing.
Baca Juga: Resep Pempek Dos Tanpa Ikan Paling Enak dari Chef Devina Hermawan, Cocok untuk Kamu yang Alergi
"Menurut versi polisi, mereka itu kan diduga melakukan perlawanan dengan memiliki 5 pucuk senjata," katanya.
"Polisi dikatakan untuk menyelamatkan diri maka dilakukan penembakan," lanjut Kamaruddin.
Salah satu hal yang menjadi sorotannya, yaitu terkait kebenaran lima pucuk senjata yang dimiliki para korban di kasus KM 50.
"Soal informasi ditemukannya senjata atau mereka melakukan perlawanan. Benar apa tidak, sampai saat ini kan hanya Tuhan yang tahu," ucap Kamaruddin.
Kamaruddin juga menduga jika Ferdy Sambo dan kawan-kawannya dalam kasus KM 50, melakukan skenario serupa sebagaimana skenario dalam kasus pembunuhan Brigadir J.
"Tetapi melihat adanya perilaku Ferdy Sambo dan kawan-kawan ini yang melakukan obstruction of justice, kita jadi berpikir juga jangan-jangan senjata rakitan yang 5 pucuk itu diciptakondisi," jelasnya.