SuaraSoreang.id-Cerita mistis pendakian gunung tak akan ada habisnya untuk disimak. Hampir semua orang yang mempunyai pengalaman naik gunung, pasti ada cerita horor dibalik perjalanannya.
Kisah misteri kali ini tentang kisah mistis pendakian gunung yang dilakukan oleh sebuah perusahaan sebagai agenda rutin tahunan untuk melakukan hiking karyawan.
Berikut kisah horor pendakian gunung dilansir dari Podcast Scary Things pada 12 Oktober 2022.
Sebuah Perusahaan Swasta mengadakan agenda rutin pendakian gunung karyawan, pilihan gunung untuk didaki kali adalah gunung Prau Jawa Tengah.
Pendaki para karyawan perusahaan ini dibagi 4 rombongan tim yang masing-masing tim terdiri dari 8 orang.
Pendakiannya dilakukan secara profesional melibatakan para ranger gunung dalam perjalanannya.
Kisah mistis ini berdasar dari seorang karyawan dengan nama samaran Agas.
Agas menjadi salah satu karyawan yang ikut serta dalam pendakian itu.
Jam 12.30 malam pendakian dimulai secara bergiliran, dengan jarak waktu antar 20 menit, meminimalisir penumpukan di tiap pos.
Baca Juga: Pengalaman Malam Terseram Naik Ojol, Tersesat Menuju Rumah Sendiri
Agas termasuk tim pertama yang lebih dulu naik. Tidak ada keanehan diawal-awal pendakian, hanya susana gunung biasa yang terasa dingin.
Namun menjelang pos pertama, anggota lain yang bersama Agas melihat ada orang melambai tangan dijalur depan mereka menuju pos, dikirinya itu adalah pendaki lain yang diluar rombongannya.
Ketika semakin dekat ke pos pertama, nihil tidak ada satu orang pun di area itu, itu menandakan kejadian aneh pertama. Tak cukup sampai disana kejadian aneh kembali hadir.
Ditengah gelap gulitanya gunung, anggota rombongan yang lain mendengar keanhena cekikikan anak kecil. Sontak tak masuk akal ditengah gunung dengan waktu tengah malam, mustahil ada anak kecil diatas gunung.
Kejadian aneh ini mereka tepis, karena dalam rombongan ada orang yang cukup paham dan memiliki kemampuan spiritual. Sehingga menenangkan anggota rombongan, sebut saja namaya Burhan.
Singkat cerita tim satu ini mulai sampai di pos 2, cuman karena isi rombongannya banyak ibu-ibu, tim satu ini kesusul sama tim dua.