Kedua tim sama-sama sampai di pos 2, mereka sama-sama istirahat di pos 2 cukup lama, karena di tim 2 pun ada seorang pejabat perusahaan yang kakinya terkilir bernama pak Nova berkisar 50 tahunan.
Dengan kondisi itu dibuatlah tim baru 5 orang untuk memudahkan perjalanan, tim baru ini terdiri dari pak Nova, Agas, Burhan, dan kedua orang Rangger.
Namun ditengah perjalanan, satu orang Ranger turun kembali ke bawah membantu tim lain menuntun jalan lain karena cuaca gunung yang buruk dan kabut yang tebal.
Tim dadakan ini sisa 4 orang, Pak Nova, Agas, Burhan, dan satu orang Ranger bernama Galih. Mereka pun melanjutkan perjalanan.
Ditengah perjalanan Agas mendengar sayup-sayup suara minta tolong.
"tolong, tolong, sakit," ucap lirih dari suara yang tak dikenal.
Lagi-lagi keadaan itu ditenangkan oleh Burhan.
Beda sama Burhan yang kelihatan tenang, Rangger Galih malah kelihatan gelisah. Melihat kondisi itu Pak Nova sadar dan melihat bahwa Ranger ini tak terpercaya. Pak Nova mengkonfirmasi apa yang terjadi saat ini, dengan menanyakan detail ke Rangger Galih.
Seperti ada yang disembunyikan, Ranger Galih menjawab sederhana, dan mencoba menenangkan suasana, namun tanggapan pak Nova berbeda.
Baca Juga: Pengalaman Malam Terseram Naik Ojol, Tersesat Menuju Rumah Sendiri
Melihat kondisi itu pak Nova marah-marah sambil mengumpat kata-kata kasar.
Rangger Galih itu akui bahwa dari awal pendakian sudah bnyak hal aneh yang menimpa mereka. Sebagai seorang Rangger yang berpengalaman, Rangger itu tahu bahwa malam Bulan Purnama seperti ini tidak baik untuk naik gunung.
Menerima keterangan seperti itu pak Nova makin meradang, ia tidak percaya hal-hal takhayul dan mistis seperti itu.
Kabut semakin tebal dan hawa disekitar mereka semakin gak enak, mereka putuskan untuk berdiam diri disuatu tempat untuk istirahat.
Kejadian aneh mulai terjadi menjelang subuh, Rangger Galih mengalami kejadian kesurupan. Galih meracau nada suaranya berubah seperti suara perempuan, sambil tertawa.
Burhan yang memiliki kemampuan mencoba berrtanya, "Siapa kamu?," tanya Burhan.