Cerita Mistis, Teror Dosa Masa Lalu di Gunung Prau

soreang

Rabu, 12 Oktober 2022 | 18:06 WIB
Cerita Mistis, Teror Dosa Masa Lalu di Gunung Prau
ilustrasi hutan saat petang (pixabay)

Kedua tim sama-sama sampai di pos 2, mereka sama-sama istirahat di pos 2 cukup lama, karena di tim 2 pun ada seorang pejabat perusahaan yang kakinya terkilir bernama pak Nova berkisar 50 tahunan.

Dengan kondisi itu dibuatlah tim baru 5 orang untuk memudahkan perjalanan, tim baru ini terdiri dari pak Nova, Agas, Burhan, dan kedua orang Rangger.

Namun ditengah perjalanan, satu orang Ranger turun kembali ke bawah membantu tim lain menuntun jalan lain karena cuaca gunung yang buruk dan kabut yang tebal.

Tim dadakan ini sisa 4 orang, Pak Nova, Agas, Burhan, dan satu orang Ranger bernama Galih. Mereka pun melanjutkan perjalanan.

Ditengah perjalanan Agas mendengar sayup-sayup suara minta tolong.

"tolong, tolong, sakit," ucap lirih dari suara yang tak dikenal.

Lagi-lagi keadaan itu ditenangkan oleh Burhan.

Beda sama Burhan yang kelihatan tenang, Rangger Galih malah kelihatan gelisah. Melihat kondisi itu Pak Nova sadar dan melihat bahwa Ranger ini tak terpercaya. Pak Nova mengkonfirmasi apa yang terjadi saat ini, dengan menanyakan detail ke Rangger Galih.

Seperti ada yang disembunyikan, Ranger Galih menjawab sederhana, dan mencoba menenangkan suasana, namun tanggapan pak Nova berbeda.

baca juga

Melihat kondisi itu pak Nova marah-marah sambil mengumpat kata-kata kasar.

Rangger Galih itu akui bahwa dari awal pendakian sudah bnyak hal aneh yang menimpa mereka. Sebagai seorang Rangger yang berpengalaman, Rangger itu tahu bahwa malam Bulan Purnama seperti ini tidak baik untuk naik gunung.

Menerima keterangan seperti itu pak Nova makin meradang, ia tidak percaya hal-hal takhayul dan mistis seperti itu.

Kabut semakin tebal dan hawa disekitar mereka semakin gak enak, mereka putuskan untuk berdiam diri disuatu tempat untuk istirahat.

Kejadian aneh mulai terjadi menjelang subuh, Rangger Galih mengalami kejadian kesurupan. Galih meracau nada suaranya berubah seperti suara perempuan, sambil tertawa.

Burhan yang memiliki kemampuan mencoba berrtanya, "Siapa kamu?," tanya Burhan.

"eeuh saya Anggi, kami semua disini menderita,"

Terus dijejali pertanyaan, tiba-tiba gestur tubuh galih berubah ia menunjuk ke arah pak Nova sambil mengucapkan kata yang mengejutkan.

"kami disini menderita, semua gara-gara kamu Nova," umpat Galih yang sedang kesurupan.

Pak Nova terkejut dengan apa yang ia alami, sambil terus menantang, tiba-tiba pak Nova yang berbalik menjadi kesurupan.

Gestur pak Nova berubah, ia meracau dan memukulkan kepalanya secara berulang ke pohon.

Agas dan Burhan kesulitan mencegah pak Nova melakukan hal demikian, pak Nova yang sedang kesurupan malah menimpal dengan bilang.

"ini adalah hukuman, agar Nova merasakan kesakitan yang kami rasakan," ucapnya lirih.

Setelah itu pak Nova pingsan. Melihat kejadian itu Agas, Burhan dan Galih semakin bertanya-tanya, dosa apa yang pak Nova lakukan, mana mungkin jika hanya sekadar berkata kasar sampai dihukum begitu.

Setelah pak Nova siuman, mereka bertiga mengintrogasi pak Nova, karena itu menyangkut keselamatan mereka.

Didesak pertanyaan, pak Nova akhirnya mengaku bahwa dia semasa kuliah mendirikan organisasi Mahasiswa Pencinta Alam bersama Anggi.

Organisasi Mapalanya semakin besar pada tahun 70an itu, banyak yang ikut gabung organisasi mapala yang pak Nova dan Anggi dririkan.

Ketika mapalanya semakin besar, dipilihlah ketua untuk mapala tersebut. Kandidat ketuanya adalah pak Nova dan Anggi, namun yang menang ternyata Anggi.

Pak Nova merasa sakit hati dengan terpilihnya Anggi. Suatu ketika saat ada acara pendakian gunung yang diadakan Mapala Anggi ke Prau. Pak nova berencana menyelakai dan menggagalkan acara tersebut.

Pak Nova menyuruh sebuah ormas untuk mencelakai anggota mapala dan Anggi yang sedang melakukan acara pendakian itu.

Namun bukannya sekadar dicelakai, anggota mapala dan Anggi malah dibunung oleh ormas suruhan pak Nova.

Hal itulah yang menyebabkan teror terhadap pendakian Agas, Buran dan Galih.

Seperti takdir, kedatangan Pak Nova sudah dinantikan untuk dimintai pertanggung jawaban atas korban tersebut selama 50 tahun.

Semenjak kejadian itu, Mapala pak Nova dibubarkan, dan pak Nova tidak lagi melakukan pendakian selama 30 tahun sampai kali ini mengikuti pendakian bersama perusahaan.

Sumber: Podcast Scary Things

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengalaman Malam Terseram Naik Ojol, Tersesat Menuju Rumah Sendiri

Pengalaman Malam Terseram Naik Ojol, Tersesat Menuju Rumah Sendiri

Soreang | Rabu, 12 Oktober 2022 | 17:27 WIB

Mitologi Sri Pohaci, Dewi yang Dibunuh Karena Terlalu Cantik

Mitologi Sri Pohaci, Dewi yang Dibunuh Karena Terlalu Cantik

Soreang | Rabu, 12 Oktober 2022 | 17:09 WIB

Kisah Mistis, Mengembalikan Pusaka Warisan ke Gunung Lawu

Kisah Mistis, Mengembalikan Pusaka Warisan ke Gunung Lawu

Soreang | Selasa, 11 Oktober 2022 | 10:34 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×