SuaraSoreang.id - Hampir tak pernah lepas dari tangannya, buku hitam milik Ferdy Sambo mendapat banyak sorotan.
Meskipun sudah dijelaskan oleh pihak pengacara, bahwa buku hitam milik Ferdy Sambo itu hanyalah sebuah buku catatan biasa, namun beberapa pihak mencurigai ada hal lain di balik buku hitam tersebut.
Salah satu kecurigaan datang dari Ketua Indonesian Police Watch (IPW, Sugeng Tegung Santoso, yang mengatakan bahwa buku hitam itu mungkin saja menyimpan banyak rahasia selama Ferdy Sambo menjabat sebagai petinggi Polri.
"Saya cuma mau menerawang saja ya, di buku itu saya menduga ada catatan gratifikasi, penerimaan uang koordinasi, loh newarang ini tapi saya duga kuat tulisan beliau," kata Sugeng, seperti dikutip Suara.com dari siaran televisi Satu Meja Kompas TV.
Sugeng menduga, isi dari buku hitam yang sering ditenteng Ferdy Sambo itu menyimpan banyak transaksi penerimaan uang koordinasi terkait pengusaha tambang.
![terdakwa Ferdy Sambo jalani sidang di PN Jaksel, brimob pengawalan Ferdy Sambo [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa]](https://media.suara.com/suara-partners/soreang/thumbs/1200x675/2022/10/20/2-terdakwa-ferdy-sambo-jalani-sidang-di-pn-jaksel-brimob-pengawalan-ferdy-sambo.jpg)
Ketika ditanyakan terkait apa yang mendasari kesimpulan tersebut, Sugeng mengatakan bahwa dirinya hanya menerawang.
Namun, Sugeng menyebut bahwa ada dugaan Ferdy Sambo terlibat dalam kasus gratifikasi yang juga menyeret beberapa nama aparat kepolisian.
"Setidakya ada dua wilayah di Kaltim yang menyangkut seorang Briptu IB dan di Kaltara menyangkut Briptu SB, itu kalau diteliti lagi catatannya ada juga kaitannya dengan polisi jenderal bintang dua, bintang satu," paparnya.
"Saya enggak mau mengatakan [ada] gitu [sumber orang dalam], berarti saya membuka sumber," sambungnya.
Baca Juga: Alasan Bripka RR Lucuti Senjata Brigadir J sebelum Penembakan, Dibacakan saat Eksepsi
Sugeng pun kembali menegaskan, bahwa ada rahasia di balik buku hitam yang sering ditenteng oleh mantan Kadiv Propam tersebut.
"Bukan buku biasa apalagi dipegang Kadiv Propam," pungkasnya.
Penjelasan Tim Kuasa Hukum
Bobby Rahman Manulu selaku tim kuasa hukum Ferdy Sambo, sebelumnya juga telah menjelaskan perihal isi dari buku hitam yang sering dibawa kliennya itu.
Menurut Bobby, buku tersebut hanyalah catatan pribadi milik Ferdy Sambo sejak dirinya menjabat di Dirtipidum Polri.
"(Catatatan sejak) Bareskrim Polri sampai dengan saat ini, seluruh kegiatan. Jadi kegiatan sehari-hari itu apa, misalnya dia rapat, pokoknya kegiatan sehari-hari, beliau menjabat kasubdit 3 direktorat tindak pidana umum Bareskrim Polri, itu aja isinya," kata Bobby, dikutip dari Suara.com pada Senin (17/10/2022).
Bobby kemudian mengaku tidak mengetahui pasti perihal rincian dari buku catatan milik Ferdy Sambo tersebut.