Klaim Polisi Gas Air Mata tak Mematikan Dibantah Mahfud MD: Saya Gak Peduli Kandungan Kimianya!

soreang | Suara.com

Kamis, 20 Oktober 2022 | 17:38 WIB
Klaim Polisi Gas Air Mata tak Mematikan Dibantah Mahfud MD: Saya Gak Peduli Kandungan Kimianya!
Ketua TGIPF Mahfud MD bersama TGIPF (Tim Gabungan Independen Pencari Fakta). (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

SuaraSoreang.id - Menteri Koordinasi Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, kembali menegaskan bahwa penyebab kematian korban di Tragedi Kanjuruhan adalah penggunaan gas air mata yang ditembakkan oleh aparat keamanan stadion.

Mahfud MD yang juga merupakan ketua Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) itu, menyebutkan bahwa dirinya tidak peduli terkait pernyataan pihak kepolisian yang mengklaim bahwa kandungan kimia dalam gas air mata tidak menyebabkan kematian.

"Saya enggak peduli sekarang seberapa besar kandungan kimia yang mematikan (dalam gas air mata), itu tidak penting," tegas Mahfud MD, seperti dikutip dari SuaraMalang.id, Kamis (20/10/2022).

Menurutnya, memang bukan kandungan kimianya yang menyebabkan ratusan korban meninggal, tapi tambakan gas air mata itu yang mengakibatkan para penonton panik dan berdesak-desakkan menuju pintu keluar.

"Karena bukan kimianya yang menyebabkan, tetapi penembakannya yang menyebabkan orang panik kemudian berdesak-desakan dan mati," lanjut Mahfud.

Kemudian, Mahfud MD kembali menegaskan, bahwa akibat penembakkan gas air mata yang bertubi-tubi ke arah tribun penonton, membuat semua lari ke arah yang sama, dan menyebabkan banyak penonton yang sesak napas dan kemudian meninggal.

"Mungkin gas air matanya sendiri tidak menyebabkan kematian langsung, tetapi penyemprotan ke tempat-tempat tertentu menyebabkan orang panik, napasnya sesak, lalu lari ke tempat yang sama, desak-desakan, mati. Jadi, penyebabnya ya gas air mata," tegasnya lagi.

Kerusuhan pasca pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya mengakibatkan ratusan suporter tewas dan luka-luka [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Kerusuhan pasca pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya mengakibatkan ratusan suporter tewas dan luka-luka (sumber: SuaraSulsel.id/Istimewa)

Lebih lanjut, terkait rekomendasi dari TGIPF yang direspon atau tidak oleh PSSI, biarlah itu menjadi tanggung jawab federasi.

"Karena begini, menyangkut dunia sepak bola, pengaturan, pengorganisasian dan lainnya itu sudah diatur oleh FIFA dan PSSI. Kita tidak boleh ikut campur ke situ, tetapi pemerintah sudah bicara dengan presiden FIFA akan bersama-sama melakukan transformasi," ucapnya.

Selanjutnya, terkait rekomendasi TGIPF lainnya, seperti renovasi stadion dan aturan pengamanan sepak bola, saat ini tengah dilakukan oleh pihak-pihak terkait.

"Kemudian pengaturan ke Polri agar membuat aturan-aturan baru dan mulai melakukan penyusunan prosedur tetap baru di dalam pengamanan sepak bola dan seterusnya sekarang dilakukan. Saya kira itu sudah cukup maksimal yang dilakukan oleh TGIPF," pungkasnya.

Hasil Survei LSI

Ribuan Suporter gelar Doa Bersama dan Shalat Gaib untuk Korban Tragedi Kanjuruhan [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa]
Ribuan Suporter gelar Doa Bersama dan Shalat Gaib untuk Korban Tragedi Kanjuruhan (sumber: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa)

Sementara di sisi lain, Lembaga Survei Indonesia (LSI) telah merilis hasil survei masyarakat terkait pihak-pihak yang paling bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan.

Hasilnya, sebanyak 24,3 persen responden memilih Penyelenggara Liga dan 29,4 persen memilih aparat kepolisian sebagai pihak yang paling bertanggungjawab atas tragedi yang menewaskan ratusan korban jiwa tersebut.

"Aparat Kepolisian dan kemudian Penyelenggara Liga dinilai paling bertanggung jawab menurut sebagian besar responden," tutur Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan.

Sedangkan untuk pihak lain, sebanyak 6,7 persen responden memilih PSSI, 2,6 persen memilih TNI, 13,6 persen memilih suporter, 5,9 persen memilih semua pihak bertanggung jawab, 0,8 persen memilih lainnya, dan 16,7 persen memilih tidak menjawab atau tidak tahu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mahfud MD Tegaskan Gas Air Mata Jadi Penyebab 133 Orang Meninggal Dunia dalam Tragedi Kanjuruhan

Mahfud MD Tegaskan Gas Air Mata Jadi Penyebab 133 Orang Meninggal Dunia dalam Tragedi Kanjuruhan

| Kamis, 20 Oktober 2022 | 17:21 WIB

Hari Ini, Ketum PSSI Iwan Bule akan Diperiksa Polisi terkait Tragedi Kanjuruhan

Hari Ini, Ketum PSSI Iwan Bule akan Diperiksa Polisi terkait Tragedi Kanjuruhan

| Kamis, 20 Oktober 2022 | 15:23 WIB

Unggahan Iwan Bule Main Bola Bareng Presiden FIFA Kena Semprot Susi Pudjiastusi: Nirempati!

Unggahan Iwan Bule Main Bola Bareng Presiden FIFA Kena Semprot Susi Pudjiastusi: Nirempati!

| Kamis, 20 Oktober 2022 | 07:55 WIB

Stadion Kanjuruhan akan Dibangun Ulang Sesuai Standar FIFA, Jokowi: Upaya Menjamin Keselamatan Pemain dan Suporter

Stadion Kanjuruhan akan Dibangun Ulang Sesuai Standar FIFA, Jokowi: Upaya Menjamin Keselamatan Pemain dan Suporter

| Rabu, 19 Oktober 2022 | 13:53 WIB

Terkini

Banyak yang Batal Tampil, Tiket Hammersonic 2026 Jadi Separuh Harga

Banyak yang Batal Tampil, Tiket Hammersonic 2026 Jadi Separuh Harga

Entertainment | Senin, 13 April 2026 | 15:20 WIB

5 Pilihan Mesin Cuci yang Awet untuk Usaha Laundry, Hemat Listrik dan Kapasitas Besar

5 Pilihan Mesin Cuci yang Awet untuk Usaha Laundry, Hemat Listrik dan Kapasitas Besar

Lifestyle | Senin, 13 April 2026 | 15:20 WIB

Waspada Skincare Paket Rp35 Ribu, Bareskrim Bongkar Pabrik Kosmetik Bermerkuri di Bogor

Waspada Skincare Paket Rp35 Ribu, Bareskrim Bongkar Pabrik Kosmetik Bermerkuri di Bogor

Bogor | Senin, 13 April 2026 | 15:20 WIB

5 Cara Merawat AC Mobil yang Jarang Dipakai, agar Tetap Dingin dan Awet

5 Cara Merawat AC Mobil yang Jarang Dipakai, agar Tetap Dingin dan Awet

Otomotif | Senin, 13 April 2026 | 15:18 WIB

11 Ribu Warga Dicoret dari Daftar Penerima Bansos 2026, Ini Penjelasan Kemensos

11 Ribu Warga Dicoret dari Daftar Penerima Bansos 2026, Ini Penjelasan Kemensos

News | Senin, 13 April 2026 | 15:17 WIB

Tampil di Podcast Raditya Dika, Public Speaking Mahalini Disorot hingga Dibilang Ngeselin

Tampil di Podcast Raditya Dika, Public Speaking Mahalini Disorot hingga Dibilang Ngeselin

Entertainment | Senin, 13 April 2026 | 15:17 WIB

Siapa Li Jiamei? WNA China Berkedok WNI Nyaris Lolos Buat Paspor RI di Makassar

Siapa Li Jiamei? WNA China Berkedok WNI Nyaris Lolos Buat Paspor RI di Makassar

Sulsel | Senin, 13 April 2026 | 15:14 WIB

Aksi Berkelas Jay Idzes Jadi Pelerai Saat Keributan Panas Pecah di Laga Genoa vs Sassuolo

Aksi Berkelas Jay Idzes Jadi Pelerai Saat Keributan Panas Pecah di Laga Genoa vs Sassuolo

Bola | Senin, 13 April 2026 | 15:14 WIB

5 Rekomendasi Cushion yang Bisa di-Refill agar Lebih Hemat, Flawless Tanpa Boros

5 Rekomendasi Cushion yang Bisa di-Refill agar Lebih Hemat, Flawless Tanpa Boros

Lifestyle | Senin, 13 April 2026 | 15:05 WIB

5 Motor Listrik Dengan Baterai LiFePO4, Lebih Awet dan Tidak Cepat Panas

5 Motor Listrik Dengan Baterai LiFePO4, Lebih Awet dan Tidak Cepat Panas

Otomotif | Senin, 13 April 2026 | 15:04 WIB