SuaraSoreang.id - Kisruh rumah tangga Lesti Kejora dan Rizky Billar masih menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.
Pencabutan laporan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh Lesti Kejora seusai suaminya, Rizky Billar ditahan, tentu banyak mengundang perhatian publik.
Drama rumah tangga Lesti Kejora dan Rizky Billar itu pun turut menjadi sorotan pengacara kondang, Farhat Abbas.
Menurut Farhat Abbas, tanggapannya soal rumah tangga Lesti Kejora dan Rizky Billar hanya bagian dari keaktifannya di media sosial.
"Sebenarnya hanya keaktifan di bidang media sosial saja," kata Farhat Abbas, dikutip dari video di kanal YouTube TRANS TV Official, yang diunggah pada Rabu (26/10/2022).
Ketika dirinya mendengar kasus KDRT yang menimpa rumah tangga Lesti Kejora dan Rizky Billar, ia pun sudah memprediksi bahwa hal tersebut hanyalah pertengkaran yang biasa saja, namun kemudian menjadi ramai karena melibatkan pihak kepolisian.
"Kemudian ketika saya melihat ada kasus (KDRT Lesti-Billar), yang menurut saya sudah diprediksikan ini hanyalah pertengkaran antara sesama bucin saja," tutur pengacara berusia 46 tahun tersebut.
"Kemudian membawa ke ranah polisi, kemudian polisi sudah capek-capek bekerja tiba-tiba dicabut kembali (laporan KDRT)," sambungnya.
Menanggapi kasus tersebut, Farhat Abbas pun memberi kritikan terhadap keputusan Lesti Kejora untuk mencabut laporannya.
Baca Juga: Selamat! 93 Orang Terpilih Panwascam Bawaslu Kab Bandung, Berikut Pengumumannya
Namun kemudian, ia malah dianggap terlalu ikut campur ke dalam hubungan rumah tangga Lesti-Billar.
"Nah itu saya juga mendapat hujatan seolah-olah kok saya mencampuri," ucapnya.
Farhat Abbas juga menilai bahwa KDRT yang dialami Lesti bukan merupakan kasus kekerasan yang berat. Karena seusai kasus itu mencuat ke publik, pedangdut asal Cianjur itu masih bisa untuk melaksanakan umrah ke Mekah.
Lebih jauh, Farhat Abbas menilai, bahwa kasus Lesti Kejora dan Rizky Billar ini lebih parah daripada kasus prank KDRT yang dilakukan oleh Baim Wong dan istrinya Paula Verhoeven.
"Malah saya anggap ini sebenarnya lebih parah dari kasus (prank KDRT) Baim Wong," kata Farhat.
Menurutnya, kasus prank KDRT Baim Wong tidak begitu parah karena niatnya memang untuk membuat konten lucu-lucuan dan membuat penontonnya tertawa.