Pemeran Video Kebaya Merah Ditangkap, Warganet: Polisi Sat Set Banget Bongkar Kasus Bokep! Judi Online, Penipu Online gimana?

soreang

Selasa, 08 November 2022 | 17:38 WIB
Pemeran Video Kebaya Merah Ditangkap, Warganet: Polisi Sat Set Banget Bongkar Kasus Bokep! Judi Online, Penipu Online gimana?
Sikap Polisi dalam video mesum kebaya merah vs judi online (Youtube/suara.com,Pixabay/AidanHowe)

SuaraSoreang.id - Viral video mesum kebaya merah yang kini menjadi sorotan banyak pihak. 

Setelah video ini viral selama tiga hari, kini kedua pemeran video kebaya merah telah diamankan Ditreskrimsus Polda Jatim.

Pemeran video kebaya merah diduga seorang influencer. Laki-lakinya berinisial ACS seorang warga Surabaya. Sementara, perempuan berempuan berinisial AH seorang warga Malang.

"Iya alhamdulillah sudah (ditangkap)," kata Direktur Diterskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Farman, dikutip dari akun Instagram @fakta.indo pada Senin (7/11/2022).    

Kecepatan pihak kepolisian dalam menangkap pelaku video mesum ini menuai berbagai sindiran dari warganet.

Banyak pihak menilai, mengapa institusi kepolisian lebih cepat dalam menangani kasus berbau mesum dibanding kasus yang lebih penting lainnya.

Salah satunya warganet Twitter dengan akun @AditMKM yang diketahui juga seorang komika. Dia mengunggah sebuah video sindiran terkait institusi kepolisian yang menangkap pelaku video mesum.

"Polisi kenapa satset banget ya ngebongkar kasus kebaya merah? gak penting lho ini," tulis dalam video tersebut.

Dalam video tersebut, dia juga menyinggung opini masyarakat terkait uang pajaknya yang digunakan untuk menggaji polisi.

"Kalian rela gitu? Uang pajak kalian dipakai buat menggaji polisi yang masuk ke hotel tempat syutingnya bokep lokal ini?," tulisnya.

Diketahui, pada penyelidikan kasus ini pihak kepolisian mendatangi hotel yang menjadi TKP video mesum. Namun, menurutnya hal yang dilakukan itu percuma.

"Polisi ngerti konsep housekeeping gak sih? kan udah dibersihin ya kamarnya. Kalaupun ada bekas, itu bekas pasangan mesum yang lain," lanjut dia.

Menurutnya, penangkapan pembuat video mesum ini tak terlalu merubah banyak hal. 

Pertama terkait perubahan pelaku pembuat video mesum. Dia juga mencontohkan Siskaeee yang beberapa waktu lalu sempat ditangkap karena kasus yang sama.

"Lagian kalau mbak-mbaknya ditangkep mau diapain? ditangkep juga percuma. Liat Siskaeee, emang setelah bebasm Siskaeee berhenti ngonten? enggak," ujarnya.

Kedua, kalaupun pembuat konten ini dihukum, mengapa banyak pembuat konten pornografi lain di media sosial tidak dihukum. Dan penangkapan ini tidak akan berarti meniadakan konten pornografi lain di media sosial.

"Polisi kalau mau fair nangkepin para pembuat konten pemersatu bangsa, ya tangkep semua, jangan cuma yang viral!," kata dia.

"Tinggal cari Pak di Twitter. Ketik di search: "Private Content" NAH! Ntar ketemu tuh cewek-cewek ang mukanya ditutup emot snorkel sama cewek-cewek yang bikin konten siluet bisa gak pak?," tambahnya.

Dia juga menyindir terkait harga video konten pornografi. "Satu folder biasanya harganya setara sama satu kali pungli!," ucapnya.

Di samping itu, pembuat video ini juga menyampaikan aspirasinya terkait mana hal yang juga harus segera dituntaskan dengan kepentingan yang lebih utama menyangkut kebaikan banyak orang.

"Daripada bokep lokal, polisi siber itu masih banyak lho PR-nya yang belum selesai. Bjorka sampai hari ini gak ada kabarnya, judi online masih belum ditindak. Susahnya mneyelidiki judi online ini apa sih? Ada keterlibatan orang dalam?," sindirnya.

"Kami sebagai masyarakat itu resah. Kenapa, polisi kalau urusan bokep, satsetsatset banget kayaknya? Tapi kalau kasus lain, kenapa ribet banget pak? Apa karena gak ada video rekaman kejadiannya?," kata dia.

Kembali berikan sindirikan keras, dia menyinggung soal CCTV yang dalam beberapa kasus malah dihilangkan.

"Tapi ya gimana? tiap ada kasus penting CCTV-nya ilang semua!," pungkasnya.

Banyak warganet yang menyetujui argumen dalam video tersebut. Berbagai keresahan diungkapkan dari beragam kacamata.

"Kalo kasus ecek ecek gini nyidiknya lebih gampang.. Pemeran dan barang buktinya udah jelas
Ada perkara, ikut andil dalam penindakan, terus jadi laporan buat dikumpulin naik pangkat. Karena itu bagian dari penilaian kinerja," tulis akun @prasd****.

"Bulan lalu ngaduin kejahatan saiber receh tipu" onlen ke polres sini mentok cuman sampai dibikinin STTLP via cerita. Mau nunjukin bukti video,screenshot, ato rekaman, disuruhnya nanti saja mas kalau sudah ke penyidik.  Mungkin prioritas harus video ihik" kali ya," tulis @egao****. (*)

Sumber: Twitter/AditMK

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapolri Berhasil Tangkap Bandar Judi Online hingga ke Luar Negeri, Mahfud MD Beri Apresiasi: Luar Biasa

Kapolri Berhasil Tangkap Bandar Judi Online hingga ke Luar Negeri, Mahfud MD Beri Apresiasi: Luar Biasa

Soreang | Minggu, 16 Oktober 2022 | 15:57 WIB

Jokowi Paparkan Data Keluhan tentang Polisi di Istana Negara, dari Pungli, Kekerasan dan Gaya Hidup

Jokowi Paparkan Data Keluhan tentang Polisi di Istana Negara, dari Pungli, Kekerasan dan Gaya Hidup

Soreang | Sabtu, 15 Oktober 2022 | 19:34 WIB

Putra Presiden Jokowi Sindir Polisi Soal Gas Air Mata di Tragedi Kanjuruhan, Kaesang: Lu Percaya Omongannya?

Putra Presiden Jokowi Sindir Polisi Soal Gas Air Mata di Tragedi Kanjuruhan, Kaesang: Lu Percaya Omongannya?

Soreang | Rabu, 12 Oktober 2022 | 10:30 WIB

Terkini

Budayawan, Arkeolog, dan Akademisi Ramaikan Festival Lahan Basah Pertama Indonesia, Digelar di PALI

Budayawan, Arkeolog, dan Akademisi Ramaikan Festival Lahan Basah Pertama Indonesia, Digelar di PALI

Sumsel | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:34 WIB

Komisi XIII DPR RI Dorong Penguatan Pengawasan Keimigrasian Sumut dan Rencana Kantor Baru

Komisi XIII DPR RI Dorong Penguatan Pengawasan Keimigrasian Sumut dan Rencana Kantor Baru

Sumut | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:26 WIB

Mesin Kapal Aceh Hebat Meledak, 14 Orang Alami Luka Bakar

Mesin Kapal Aceh Hebat Meledak, 14 Orang Alami Luka Bakar

Sumut | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:15 WIB

ASC Padel Team Resmi Dibentuk, Datangkan Pelatih Asal Spanyol Hingga Bidik Panggung Dunia

ASC Padel Team Resmi Dibentuk, Datangkan Pelatih Asal Spanyol Hingga Bidik Panggung Dunia

Sport | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:15 WIB

Kronologi Haji Bolot Dibawa ke RS, Berawal dari Sesak Dada

Kronologi Haji Bolot Dibawa ke RS, Berawal dari Sesak Dada

Video | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:05 WIB

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:00 WIB

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:23 WIB

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:22 WIB

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:18 WIB

Pemprov Jatim Raih 2 Penghargaan Garuda AI Impact Summit

Pemprov Jatim Raih 2 Penghargaan Garuda AI Impact Summit

Jatim | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:15 WIB