SuaraSoreang.id - Viral video mesum kebaya merah yang kini menjadi sorotan banyak pihak.
Setelah video ini viral selama tiga hari, kini kedua pemeran video kebaya merah telah diamankan Ditreskrimsus Polda Jatim.
Pemeran video kebaya merah diduga seorang influencer. Laki-lakinya berinisial ACS seorang warga Surabaya. Sementara, perempuan berempuan berinisial AH seorang warga Malang.
"Iya alhamdulillah sudah (ditangkap)," kata Direktur Diterskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Farman, dikutip dari akun Instagram @fakta.indo pada Senin (7/11/2022).
Kecepatan pihak kepolisian dalam menangkap pelaku video mesum ini menuai berbagai sindiran dari warganet.
Banyak pihak menilai, mengapa institusi kepolisian lebih cepat dalam menangani kasus berbau mesum dibanding kasus yang lebih penting lainnya.
Salah satunya warganet Twitter dengan akun @AditMKM yang diketahui juga seorang komika. Dia mengunggah sebuah video sindiran terkait institusi kepolisian yang menangkap pelaku video mesum.
"Polisi kenapa satset banget ya ngebongkar kasus kebaya merah? gak penting lho ini," tulis dalam video tersebut.
Dalam video tersebut, dia juga menyinggung opini masyarakat terkait uang pajaknya yang digunakan untuk menggaji polisi.
"Kalian rela gitu? Uang pajak kalian dipakai buat menggaji polisi yang masuk ke hotel tempat syutingnya bokep lokal ini?," tulisnya.
Diketahui, pada penyelidikan kasus ini pihak kepolisian mendatangi hotel yang menjadi TKP video mesum. Namun, menurutnya hal yang dilakukan itu percuma.
"Polisi ngerti konsep housekeeping gak sih? kan udah dibersihin ya kamarnya. Kalaupun ada bekas, itu bekas pasangan mesum yang lain," lanjut dia.
Menurutnya, penangkapan pembuat video mesum ini tak terlalu merubah banyak hal.
Pertama terkait perubahan pelaku pembuat video mesum. Dia juga mencontohkan Siskaeee yang beberapa waktu lalu sempat ditangkap karena kasus yang sama.
"Lagian kalau mbak-mbaknya ditangkep mau diapain? ditangkep juga percuma. Liat Siskaeee, emang setelah bebasm Siskaeee berhenti ngonten? enggak," ujarnya.
Kedua, kalaupun pembuat konten ini dihukum, mengapa banyak pembuat konten pornografi lain di media sosial tidak dihukum. Dan penangkapan ini tidak akan berarti meniadakan konten pornografi lain di media sosial.
"Polisi kalau mau fair nangkepin para pembuat konten pemersatu bangsa, ya tangkep semua, jangan cuma yang viral!," kata dia.
"Tinggal cari Pak di Twitter. Ketik di search: "Private Content" NAH! Ntar ketemu tuh cewek-cewek ang mukanya ditutup emot snorkel sama cewek-cewek yang bikin konten siluet bisa gak pak?," tambahnya.
Dia juga menyindir terkait harga video konten pornografi. "Satu folder biasanya harganya setara sama satu kali pungli!," ucapnya.
Di samping itu, pembuat video ini juga menyampaikan aspirasinya terkait mana hal yang juga harus segera dituntaskan dengan kepentingan yang lebih utama menyangkut kebaikan banyak orang.
"Daripada bokep lokal, polisi siber itu masih banyak lho PR-nya yang belum selesai. Bjorka sampai hari ini gak ada kabarnya, judi online masih belum ditindak. Susahnya mneyelidiki judi online ini apa sih? Ada keterlibatan orang dalam?," sindirnya.
"Kami sebagai masyarakat itu resah. Kenapa, polisi kalau urusan bokep, satsetsatset banget kayaknya? Tapi kalau kasus lain, kenapa ribet banget pak? Apa karena gak ada video rekaman kejadiannya?," kata dia.
Kembali berikan sindirikan keras, dia menyinggung soal CCTV yang dalam beberapa kasus malah dihilangkan.
"Tapi ya gimana? tiap ada kasus penting CCTV-nya ilang semua!," pungkasnya.
Banyak warganet yang menyetujui argumen dalam video tersebut. Berbagai keresahan diungkapkan dari beragam kacamata.
"Kalo kasus ecek ecek gini nyidiknya lebih gampang.. Pemeran dan barang buktinya udah jelas
Ada perkara, ikut andil dalam penindakan, terus jadi laporan buat dikumpulin naik pangkat. Karena itu bagian dari penilaian kinerja," tulis akun @prasd****.
"Bulan lalu ngaduin kejahatan saiber receh tipu" onlen ke polres sini mentok cuman sampai dibikinin STTLP via cerita. Mau nunjukin bukti video,screenshot, ato rekaman, disuruhnya nanti saja mas kalau sudah ke penyidik. Mungkin prioritas harus video ihik" kali ya," tulis @egao****. (*)
Sumber: Twitter/AditMK