"Dan tekanan-tekanan itu melahirkan, jujur saja, ada sedikit trauma pada dia," lanjutnya.
Hal ini dilakukan Kang Dedi karena mengadopsi pola pendidikan militer.
"Saat ditelfon sama ayahnya, ayahnya selalu memberikan tekanan. Karena polanya saya selalu pola pendidikan militer," ucap Kang Dedi.
Apa itu Kekerasan Verbal?
Kekerasan verbal merupakan sebuah bentuk penyiksaan melalui kata-kata. Imbasnya adalah pelaku bisa merusak mental korban.
Terdapat berbagai jenis kekerasan verbal yang bisa dilakukan pelaku seperti manipulasi, berkata kasar, merendahkan, mengancam, dan semacamnya.
Sama seperti kekerasan fisik, kekerasan verbal dapat merusak kondisi psikis korbannya. Bahkan bisa memicu gangguan psikologis dalam diri korban yang berimbas pada keputusan untuk mengakhiri hidup.
Maka dari itu, kekerasan verbal sama bahayanya dengan kekerasan fisik. Hal inilah yang wajib diwaspadai.
Jenis Kekerasan Verbal dalam KDRT Psikis
Berikut ini beberapa jenis kekerasan verbal yang Suara Soreang rangkum dari berbagai sumber, di antaranya:
1. Name-calling, biasanya pelaku akan mengatai korban dengan sebutan hinaan yang lain. Misalnya, "kamu gak akan ngerti, soalnya bodoh".
Baca Juga: Ini yang Ambu Anne Butuhkan, Dedi Mulyadi Malah Tolak Bilang Cinta, Beda Love Languange?
2. Degradasi, pelaku mengungkapkan kata-kata untuk membuat korban bersalah juga berutang budi pada pelaku. Misalnya, "kamu tidak akan jadi bupati tanpa bantuan saya".
3. Manipulasi, pelaku akan mengatakan suatu hal dengan tujuan utama memerintah namun menggunakan sindiran. Misalnya, "kalau sayang keluarga, kamu harusnya tidak akan seperti itu"
4. Menyalahkan, dia akan membenarkan kekerasan yang dia lakukan karena korban telah melakukan kesalahan demi membenarkan tindakan si pelaku. Misalnya, "saya wajar murka kayak gini, soalnya kesalahan kamu gak bisa diterima"
5.Merendahkan, pelaku biasanya merasa lebih superior dibanding dengan korban. Dia akan merendahkan korban. Misalnya, "hasil kerja kamu jelek ya dibanding saya".
6. Kritik berkelanjutan, kritik memanglah wajar, namun jika kritik terus menerus dengan sangat kasar hingga korbannya merasa kehilangan harga diri ini termasuk dalam kekerasan verbal.(*)
Sumber: Youtube/KDM Channel