Ambu Anne Akui Jadi Korban KDRT Psikis, Dear Dedi Mulyadi Ini Jenis Kalimat Kekerasan Verbal, Pernah Melakukannya?

soreang

Jum'at, 18 November 2022 | 20:06 WIB
Ambu Anne Akui Jadi Korban KDRT Psikis, Dear Dedi Mulyadi Ini Jenis Kalimat Kekerasan Verbal, Pernah Melakukannya?
Ambu Anne sebut Dedi Mulyadi kasar dan lakukan kekerasan verbal. Maula Akbar juga sempat trauma karena sering dimarahi (Instagram/dedimulyadi71)

"Dan tekanan-tekanan itu melahirkan, jujur saja, ada sedikit trauma pada dia," lanjutnya.

Hal ini dilakukan Kang Dedi karena mengadopsi pola pendidikan militer.

"Saat ditelfon sama ayahnya, ayahnya selalu memberikan tekanan. Karena polanya saya selalu pola pendidikan militer," ucap Kang Dedi.

Apa itu Kekerasan Verbal?

Kekerasan verbal merupakan sebuah bentuk penyiksaan melalui kata-kata. Imbasnya adalah pelaku bisa merusak mental korban.

Terdapat berbagai jenis kekerasan verbal yang bisa dilakukan pelaku seperti manipulasi, berkata kasar, merendahkan, mengancam, dan semacamnya.

Sama seperti kekerasan fisik, kekerasan verbal dapat merusak kondisi psikis korbannya. Bahkan bisa memicu gangguan psikologis dalam diri korban yang berimbas pada keputusan untuk mengakhiri hidup.

Maka dari itu, kekerasan verbal sama bahayanya dengan kekerasan fisik. Hal inilah yang wajib diwaspadai.

Jenis Kekerasan Verbal dalam KDRT Psikis

Berikut ini beberapa jenis kekerasan verbal yang Suara Soreang rangkum dari berbagai sumber, di antaranya:

1. Name-calling, biasanya pelaku akan mengatai korban dengan sebutan hinaan yang lain. Misalnya, "kamu gak akan ngerti, soalnya bodoh".

baca juga

2. Degradasi, pelaku mengungkapkan kata-kata untuk membuat korban bersalah juga berutang budi pada pelaku. Misalnya, "kamu tidak akan jadi bupati tanpa bantuan saya".

3. Manipulasi, pelaku akan mengatakan suatu hal dengan tujuan utama memerintah namun menggunakan sindiran. Misalnya, "kalau sayang keluarga, kamu harusnya tidak akan seperti itu"

4. Menyalahkan, dia akan membenarkan kekerasan yang dia lakukan karena korban telah melakukan kesalahan demi membenarkan tindakan si pelaku. Misalnya, "saya wajar murka kayak gini, soalnya kesalahan kamu gak bisa diterima"

5.Merendahkan, pelaku biasanya merasa lebih superior dibanding dengan korban. Dia akan merendahkan korban. Misalnya, "hasil kerja kamu jelek ya dibanding saya".

6. Kritik berkelanjutan, kritik memanglah wajar, namun jika kritik terus menerus dengan sangat kasar hingga korbannya merasa kehilangan harga diri ini termasuk dalam kekerasan verbal.(*)

Sumber: Youtube/KDM Channel

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini yang Ambu Anne Butuhkan, Dedi Mulyadi Malah Tolak Bilang Cinta, Beda Love Languange?

Ini yang Ambu Anne Butuhkan, Dedi Mulyadi Malah Tolak Bilang Cinta, Beda Love Languange?

Soreang | Jum'at, 18 November 2022 | 18:34 WIB

TERUNGKAP! Sosok Orang Ketiga di Balik Ambu Anne Gugat Cerai Suaminya, Dedi Mulyadi Geram Tindakan Guru Ngaji Soal Air Doa untuk Melupakannya

TERUNGKAP! Sosok Orang Ketiga di Balik Ambu Anne Gugat Cerai Suaminya, Dedi Mulyadi Geram Tindakan Guru Ngaji Soal Air Doa untuk Melupakannya

Soreang | Jum'at, 18 November 2022 | 15:29 WIB

Soal Keuangan, Dedi Mulyadi ke Ambu Anne: Kurang Apa?

Soal Keuangan, Dedi Mulyadi ke Ambu Anne: Kurang Apa?

Soreang | Rabu, 16 November 2022 | 16:21 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×