Laura merasa diri belum saatnya mencari pasangan untuk saat ini, dan tetapi memilih menikmati masa mudanya.
Laura sejatinya memiliki cita-cita melanjutkan studi dan berharap dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarganya.
Lantaran ingin memperbaiki kondisi ekonomi keluarga, membuat Laura lupa jika dirinya harusnya sudah memiliki suami.
Tidak sedikit lelaki yang datang ke rumah untuk melamar Laura, akan tetapi selalu ditolak.
Bukan karena Laura tidak mau, akan tapi dirinya menyadari jika menikah memerlukan biaya, dan dirinya harus pergi meninggalkan keluarga untuk mengikuti suaminya nanti.
Arif adalah pria yang sangat menggilai Laura. Beberapa usaha dilakukan, akan tetapi selalu ditolak.
Bahkan lamaran dengan mahar luar biasa, juga ditolak Laura. Lamaran pria yang sangat tergila-gila pada Laura ini sampai ditolak dua kali.
Laura mengatakan bukan tidak menghargai ketulusan Arif yang ingin meminangnya.
"Saya minta berkali-kali bahwa seharusnya berteman dulu. Tidak usah terburu-buru menikah tanpa mengetahui isi hati masing-masing.
Arif awalnya menerima kejujuran Laura yang belum ingin menikah. Namun satu ketika Arif tersulut kabar bongan soal Laura.
Satu kampung terperdaya oleh seseorang yang iri pada Laura. Kepada Arif orang tersebut mengatakan jika Laura sebenarnya sudah memiliki kekasih dan tak lama lagi akan menikah.
Arif lantas berpikir apakah Laura berbohong soal ingin sendiri. Dia juga berpikir jika Laura menolaknya karena memang sudah ada lelaki lain di hati Laura.
"Entah siapa menyebarkan kabar bohong kalau saya sudah memiliki kekasih," katanya.
"Sampai-sampai satu kampung mengejek Arif lantaran tak bisa mendapatkan cinta saya," kata Laura.
Kemudian, dua minggu setelah keributan tentang dirinya di kampung, tiba-tiba saja Laura merasa ada yang aneh di rumahnya.