- CEO Juventus, Damien Comolli, memastikan penyerang muda Kenan Yildiz tidak akan dijual pada bursa transfer musim panas mendatang.
- Juventus berencana menjual satu pemain inti demi menjaga stabilitas keuangan serta memenuhi aturan finansial dari pihak UEFA.
- Kegagalan menembus Liga Champions musim ini membuat klub menargetkan pemulihan kondisi keuangan yang sehat hingga tahun 2028.
Suara.com - CEO Juventus, Damien Comolli, menegaskan bahwa Kenan Yildiz tidak akan dilepas pada bursa transfer musim panas.
Namun, ia mengakui Juventus kemungkinan harus menjual satu pemain inti tambahan demi menjaga stabilitas finansial klub.
Dalam wawancara bersama media Italia yang dikutip Corriere dello Sport, Comolli mengaku kecewa berat dengan performa Juventus musim ini.
Comolli bahkan menyebut kegagalan Bianconeri sebagai sesuatu yang tidak bisa ditutupi.
“Saya merasakan sakit di perut melihat semua yang terjadi musim ini dan saya mengambil tanggung jawab penuh. Dari sisi hasil, ini adalah kegagalan dan kami tidak bisa lari dari kenyataan itu,” ujar Comolli.
Juventus sebelumnya diyakini berpeluang besar lolos ke Liga Champions, tetapi akhirnya gagal dan harus tampil di UEFA Europa League musim depan.

Meski begitu, Comolli memastikan ambisi klub untuk kembali berjaya tidak berubah.
“Kami ingin membawa Juventus kembali ke level tertinggi. Rencana kami tidak berubah dan kami tetap ingin membangun tim yang kompetitif dalam waktu dekat,” katanya.
Comolli juga memberi jaminan soal masa depan Yildiz yang belakangan dikaitkan dengan sejumlah klub besar Eropa.
Menurutnya, penyerang muda asal Turki itu adalah bagian penting dari proyek jangka panjang Juventus.
“Yildiz tidak akan pergi, dia aman di sini,” tegas Comolli.
Meski mempertahankan Yildiz, Juventus tetap harus melakukan penyesuaian finansial demi memenuhi aturan fair play UEFA.
Karena itu, klub membuka peluang melepas satu pemain inti tambahan pada musim panas ini.
Beberapa nama yang disebut berpotensi dijual antara lain Bremer, Pierre Kalulu, Andrea Cambiaso, Khephren Thuram, hingga Francisco Conceicao.
Comolli menyebut Juventus menargetkan kondisi keuangan yang lebih sehat dalam dua musim ke depan.
Comolli optimistis klub bisa mencapai titik impas pada musim 2027/2028 tanpa harus mengorbankan kekuatan skuad secara besar-besaran.