SuaraSoreang.id – Bukan drama korea (drakor), kisah Pulung Mustika Abimanyu atau Tiko rela merawat ibunya yang depresi selama sejak umurnya baru 12 tahun berikut ini bikin haru.
Kisah nyata Tiko viral setelah dibagikan oleh channel Youtube SANG EXPLORE pada Kamis (29/12/2023) lalu.
Remaja yang kerap disapa Tiko ini adalah anak tunggal dari seorang perempuan bernama Eny. Mereka tinggal di sebuah rumah mewah daerah Cakung, Jakarta Timur.
Berdasarkan penuturan dari Tiko, mereka dulunya adalah keluarga yang Bahagia dan sangat berkecukupan. Dulunya, ayah ibunya bekerja di sebuah departemen keuangan dan merupakan rekanan kerja.
Karena sibuk bekerja, semenjak kecil Tiko lebih sering menghabiskan waktu di rumah bersama dengan pembantunya. Meskipun saat akhir pekan, ayah dan ibunya bisa mengajaknya bermain.
Namun, kehidupan itu berubah di tahun 2010. Tepat setelah kedua orang tuanya berpisah dan sang ayah pergi menginggalkan mereka berdua untuk pulang ke Madiun.
Semenjak itu, sang ibu yang bernama Eny, mengalami depresi dan harus ia rawat seorang diri sejak Tiko berusia 12 tahun.
Dikatakan Tiko, kondisi ibunya diperparah dengan kondisi ekonomi keluarganya yang mulai menurun. Ketika pergi, sang ayah membawa hampir 70% harta benda dari rumah tersebut.
Sehingga lama kelamaan, Tiko dan Ibu Eny tidak mampu membayar listrik dan air bersih. Hingga seluruh fasilitas itu dicabut aksesnya. Bahkan, semakin lama rumah mewah mereka terlihat tidak terurus.
Hal ini dikarenakan sang ibu yang semakin sensitif dengan kehadiran orang lain, Tiko juga harus bekerja demi melanjutkan hidup dan merawat ibunya.
Tiko mengatakan bahwa selama ini ia sudah mengupayakan untuk mencoba berikan pengobatan kepada ibunya namun belum berhasil.
“Upaya udah pernah, tapi karena kemungkinannya kecil untuk ibu diajak keluar jadi akhirnya dengan kondisi seperti ini saja. Pasrah,” ungkap Tiko.
Tak hanya itu, tetangga sekitar rumahnya juga sudah pernah mencoba membantu untuk memberikan pengobatan terhadap depresi yang Ibu Eny derita, namun tetap gagal.
“Dari pihak RT sih terutama, lingkungan setempat in ikan udah ngupayain buat ngobatin mamah. Entah kondisi psikis, entah kesehatan. Udah dicoba, tapi ibu emang nggak bisa, berontak,” kata pemuda berusia 23 tahun tersebut.
Karena hal itulah, Tiko memutuskan untuk merawat ibunya seorang diri meskipun kondisi rumah tinggalnya tidak memilliki akses air bersih dan listrik.
Viralnya kisah Tiko, membuat beberapa pihak prihatin. Untungnya banyak pihak segera turun tangan untuk membantu Tiko dan Ibu Eny setelah mendengar kabar haru itu.
Di antaranya adalah sejumlah relawan, warga setempat, serta Damkar Jakarta Timur yang tanggap dan bersama-sama membersihkan rumah milik Tiko.
Sedangkan Ibu Eny akhirnya dibawa ke RS Duren Sawit oleh Dinas Sosial (Dinsos) Jakarta Timur untuk menjalani pengobatan.
“Jadi, semenjak Sudinsos tahu, akhirnya petugas P3S meluncur ke lokasi. Kita selamatkan dulu (Ibu Eny). Karena itu ada keluarganya, tentu kita izin ke anaknya dulu untuk dibawa ke Rumah Sakit Duren Sawit, diobati,” papar Kasudinsos Jakarta Timur, Rabu (4/1/2023).(*)
Sumber: Youtube SANG EXPLORE