soreang

Gitasav Kampanyekan Childfree, Begini Tanggapan Psikolog dan Ustadz Felix Siauw

soreang Suara.Com
Kamis, 16 Februari 2023 | 14:51 WIB
Gitasav Kampanyekan Childfree, Begini Tanggapan Psikolog dan Ustadz Felix Siauw
Tanggapan Ustad Felix Xiauw soal childfree (Tangkapan layar YouTube YNTV)

SuaraSoreang.id  - Gita Savitri Devi atau lebih populer dengan sebutan Gitasav semakin mantap dengan keputusannya untuk tidak memiliki anak atau childfree.

Keputusan Childfree tersebut sontak membuat geger warganet diberbagai platform media sosial. 

Bahkan keputusan Gitasav itu berhasil menjadi perbincangan banyak orang.

Lalu bagaimana pandangan Gitasav soal Childfree dalam pandangan ilmu psikologi? Berikut penjelasanny Intan Kusuma Wardhani, M.Psi, seorang Psikolog Anak dan Klinis yang menyebutkan jika keputusan perempuan untuk Childfree disebabkan oleh beberapa faktor.

“Pilihan untuk Childfree ini bisa berkaitan dengan kondisi mental atau psikologi seorang perempuan,” jelas Intan.

Nah, berikut ini beberapa faktor psikologis yang dapat mempengaruhi keputusan seseorang untuk Childfree antara lain:

1. Prioritas hidup

Beberapa orang mungkin memiliki prioritas hidup yang berbeda dan menganggap bahwa membesarkan anak bukanlah hal yang penting dalam hidup mereka.

2. Trauma masa lalu

Baca Juga: Akui Mualaf, Suami Gitasav Tertawa saat Diserang Netizen yang Kontra Childfree

Orang yang mengalami trauma masa lalu, seperti pengalaman kekerasan fisik atau seksual.

Seseorang dapat memutuskan untuk tidak memiliki anak karena takut bahwa mereka mungkin mengulangi pengalaman tersebut atau tidak mampu memberikan perhatian dan perawatan yang cukup pada anak.

3. Kebutuhan akan kontrol

Beberapa orang mungkin merasa bahwa mereka tidak memiliki kontrol atas hidup mereka jika memiliki anak, karena memiliki anak membutuhkan waktu dan perhatian yang signifikan.

4. Kondisi kesehatan mental

Orang yang mengalami masalah kesehatan mental, seperti depresi atau kecemasan, mungkin memutuskan untuk tidak memiliki anak karena khawatir bahwa kondisi mereka dapat mempengaruhi kesehatan mental anak mereka.

5. Lingkungan sosial

Lingkungan sosial yang tidak mendukung atau menekan norma-norma sosial tertentu (seperti tekanan sosial untuk menikah dan memiliki anak) dapat membuat seseorang memutuskan untuk tidak memiliki anak.

6. Pengalaman dengan anak-anak

Beberapa orang mungkin mengambil keputusan untuk tidak memiliki anak setelah memiliki pengalaman yang tidak menyenangkan dengan anak-anak di sekitar mereka, seperti pengasuhan yang buruk atau hubungan yang rusak dengan orang tua mereka.

7. Keinginan untuk mengejar karir atau hobi

Beberapa orang mungkin memutuskan untuk tidak memiliki anak karena mereka ingin mengejar karir atau hobi mereka tanpa terhalang oleh tanggung jawab mengasuh anak.

8. Ketakutan akan masa depan: Beberapa orang mungkin memutuskan untuk tidak memiliki anak karena khawatir tentang masa depan dan masa depan dunia, seperti kekhawatiran tentang perubahan iklim atau krisis global lainnya.

Namun, perlu diingat bahwa keputusan untuk menjadi childfree adalah keputusan pribadi dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang sangat individual.

Selebgram Gitasav menyebutkan alasan dirinya untuk memutuskan tidak memiliki anak adalah supaya dirinya terlihat lebih awet muda dan pengeluaran bulanan lebih sedikit.

Pernyataan tersebut kemudian mendapatkan tanggapan dari seorang penceramah muda, yaitu Ustadz Felix Siauw.

Mengutip dari kanal YouTube YNTV pada Kamis (16/2/2023) Ustadz Felix Siauw mengaku jika dirinya enggan menjawab setuju atau tidak setuju dengan topik Childfree. 

Menurutnya, pembahasan tentang Childfree bukanlah masalah problematik dan sudah dibahas oleh para ulama sejak dulu.

“Karena ketika orang membahas tentang menunda anak atau tidak punya anak itu pembahasan ulama dari dulu.” ucap Felix Siauw.

Akan tetapi, Ustadz Felix Siauw menegaskan bahwa dirinya tidak sepakat apabila yang menjadi alasan Childfree itu hanya karena ingin awet muda, atau anak sebagai beban bagi orang tua.

"Pasalnya, jika berbicara soal beban, ada banyak hal lain di hidup ini yang juga dianggap beban oleh agama, salah satunya adalah harta kekayaan," tambah ustad berusia 39 tahun itu.
(*Yolanda Nurulita)

Sumber: YouTube YNTV

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI