SUARA SOREANG – Ketika Allah SWT memberikan kita karunia rumah hendaknya harus kita syukuri, karena rumah adalah tempat berlindung dari panas dan dingin, dari terik matahari dan juga hujan.
Lalu, apakah wajib bagi umat Islam untuk melaksanakan tradisi pengajian atau syukuran rumah baru?
Menurut Habib Ja’far, ketika kita mendapatkan rezeki dari Allah SWT dengan cara yang halal untuk bisa membangun rumah, hendaknya perlu kita syukuri.
Diajarkan juga ketika baru memiliki rumah, hendaknya kita melakukan maulidan, karena ketika maulidan kita berniat mengundang nabi Muhammad ke rumah kita.
“Dan Allah SWT gak akan mengazab suatu tempat yang pernah didatangi nabi Muhammad, nah ketika maulidan itu kita undang nabi Muhammad hadir, sehingga insyaallah rumah kita akan baik-baik saja,” jawab Habib Ja’far saat mengisi kajian di acara Tonight Show Net pada Selasa (4/4/2023).
Sedangkan menurut Ustadz Khalid Basalamah, tidak perlu mengadakan tradisi tersebut. Beliau menjelaskan bahwa tidak ada riwayat yang menyebutkan, saat Nabi Muhammad saw membangun Masjid Nabawi atau Masjid Quba bahkan rumahnya sendiri, dan membuat acara syukuran atau perayaan.
“Ringankan saja, tidak ada istilahnya menjadi masalah ketika tidak ada syukuran, tapi jika untuk sebagai tanda syukur kepada Allah SWT, dia mau menyembelih hewan, memberi makan orang miskin, atau memanggil kerabatnya untuk datang, itu mungkin, tapi jangan dianggap bagian dari syariat,” jelas Ustadz Khalid Basalamah.
Bentuk syukur yang paling hebat dan yang paling dahsyat adalah menggunakan rumah tersebut untuk beribadah, berdzikir, bershalat, dan untuk melakukan kebaikan.
Jangan gunakan rumah itu untuk kemaksiatan, jangan rusak rumah tersebut dengan tontonan-tontonan yang diharamkan oleh Allah SWT dan rasulnya.(*)
Sumber Berita: YouTube/TonightShowNet, YouTube/Lentera Islam