SUARA SOREANG – Sudan kembali berdarah, konflik antara militer dan kelompok Paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF).
Konflik berlangsung dari 15 April, menurut penilaian sumber medis setempat. Aliansi Dokter Sudan menyatakan bahwa 3470 orang terluka dalam perselisihan yang diwarnai kekerasan tersebut.
Data yang tersampaikan oleh Sindikat Dokter Sudan melingkupi korban yang tewas di ibu kota Negara Sudan, Khartoum.
Sindikat Dokter Sudan memberikan laporan korban yang tewas sebanyak 530 orang, dan korban luka 2940 orang.
Militer Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) melakukan pertemuan pada 11 Mei, kedua belah pihak menandatangani deklarasi komitmen perlindungan sipil.
Perbedaan pandangan kedua belah pihak sudah mulai meruncing, terkait integrasi RSF ke dalam militer.
Syarat tersebut menjadi yang utama dalam kesepakatan transisi Sudan bersama dengan kelompok-kelompok politik.
Sudan sudah tidak memiliki pemerintahan yang berfungsi, sejak Oktober 2021. Militer membubarkan pemerintahan transisi yang dipimping oleh Perdana Menteri Abdalla Hamdok. (*)
Sumber: suara.com
Baca Juga: Momen Bek Thailand Songchai Thongcham Bikin Blunder yang Berujung Gol Irfan Jauhari