SUARASOREANG - Kesaksian mantan pengurus Ponpes Al-Zaytun membuka tabir baru dari banyaknya kontroversi.
Ken Setiawan mengungkap beberapa aktivitas menyimpang dari Ponpes Al-Zaytun Indramayu.
Ken Setiawan turut menuturkan tindakan merampok dan mencuri yang dinilai sudah sangat menyimpang.
"Dari tahun 2000 sampai tahun 2002, waktu saya masih di dalam, itu maaf setiap hari kerjaan kita ngerampok karena target kita, kalau misalnya 1 bulan 10 Miliar" ungkap Ken Setiawan.
Ken Setiawan menjelaskan kronogis untuk memenuhi pendapatan target Ponpes Al-Zaytun.
"Jadi kalo kita butuh dana, siapin tim kita 5 orang perempuan, palsuin KTP, Ijazah, Kartu Keluarga, kita gak usah lama-lama nyari orang yang misalnya pakai bom, rak elit pondok indah, permata ijo kali bata, nggak usah satu minggu satu bulan, satu hari anak sekolah majikan pergi telfon abi, kita bawa mobil kalo perlu bawa truk harta orang kafir gak papa kita ambil, dulu kita melakukan kriminal dan kita bangga" ungkap Ken Setiawan.
Ken Setiawan mengungkap bahwa ia diinstruksikan untuk merampok perumahan elit dengan menggunakan strategi survei target.
Salah satu strategi yang mereka gunakan adalah dengan memalsukan identitas dan dokumen.
Baca Juga: Tak Capai Target Saat Merampok, Mantan Pengurus Ponpes Al Zaytun Ungkap Dicambuk