SUARA SOREANG - Fernando Villavicencio, calon Presiden Ekuador yang vokal dalam mengkritik korupsi, tewas ditembak dalam pertemuan politik di ibu kota Quito pada Rabu (8/8/2023) malam waktu setempat, demikian yang dikonfirmasi oleh Presiden Guillermo Lasso.
Dilansir dari Newsweek, Villavicencio adalah seorang politikus dan mantan jurnalis yang juga dikenal sebagai salah satu dari delapan kandidat presiden dalam pemilihan yang dijadwalkan pada 20 Agustus.
Fernando Villacencio (59 tahun) adalah kandidat dari Gerakan Membangun Ekuador dan terkenal sebagai salah satu kandidat yang paling vokal dalam mengungkapkan hubungan antara kejahatan terorganisir dan pejabat pemerintah.
Dia juga merupakan seorang kritikus yang vokal terhadap mantan Presiden Rafael Correa, menurut laporan media setempat.
Sebelum terjun ke bidang politik, Villavicencio terkenal karena mengungkap praktik korupsi di perusahaan minyak negara Petroecuador, tempat dia sebelumnya bekerja sebagai anggota serikat.
Villavicencio juga aktif mengungkapkan tuduhan korupsi yang melibatkan mantan Presiden Rafael Correa dalam investigasi jurnalistik.
Dia telah dihukum penjara selama 18 bulan karena pencemaran nama baik mantan presiden tersebut.
Ia melarikan diri ke wilayah Pribumi di Ekuador sebelum mendapatkan suaka di Peru. (*)
Baca Juga: Ngaku Ditelepon Cristiano Ronaldo, Miss Arab 2007 Terancam Diseret Al Nassr ke Penjara