Selain itu, karena mereka ingin memastikan bahwa setiap detail terpenuhi dengan sempurna, tugas-tugas yang dikerjakan oleh perfeksionis seringkali memakan waktu lebih lama dari yang seharusnya.
4 Kesulitan dalam Pengambilan Keputusan
Perfeksionis cenderung menghadapi kesulitan dalam pengambilan keputusan.
Mereka terlalu fokus pada mencari solusi yang sempurna dan takut membuat kesalahan.
Akibatnya, mereka sering kali menghabiskan waktu berlebihan untuk memikirkan setiap opsi yang tersedia, bahkan untuk keputusan yang seharusnya sederhana.
Ketidakpastian dan kekhawatiran tentang membuat kesalahan dapat menghambat proses pengambilan keputusan yang efisien.
5 Fokus Pada Kekurangan dan Ketidakpuasan
Tanda terakhir yang dapat mengindikasikan perfeksionisme adalah fokus yang kuat pada kekurangan dan perasaan ketidakpuasan.
Perfeksionis seringkali hanya melihat hal-hal yang tidak sempurna atau kurang baik dalam diri mereka sendiri, pekerjaan mereka, atau lingkungan di sekitar mereka.
Bahkan ketika mereka mencapai hasil yang sangat baik, mereka mungkin masih merasa tidak puas dan terus-menerus berusaha untuk menjadi lebih baik.
Dalam kesimpulannya, perfeksionisme adalah karakteristik yang dapat diidentifikasi melalui sejumlah tanda peringatan.
Baca Juga: Mahasiswa Harus Tau, Jangan Cantumkan Nama Pacar di Skripsi: 90 Persen Nikahnya Sama Orang Lain
Dari menolak bantuan hingga kritikal terhadap diri sendiri dan orang lain, serta kesulitan dalam mengambil keputusan dan fokus pada ketidakpuasan.
Namun, penting untuk diingat bahwa perfeksionisme juga bisa memiliki dampak negatif, seperti stres berlebihan dan rasa tidak puas.
Oleh karena itu, memahami tanda-tanda ini dapat membantu kita mengenali sifat ini dalam diri kita sendiri dan orang lain, serta membantu mencari cara untuk mengatasi dampak negatif yang mungkin timbul. (*)