Status BPJS Kesehatan 11 Juta Warga Diklaim Aktif Otomatis Pekan Depan

M Nurhadi

Senin, 09 Februari 2026 | 14:17 WIB
Status BPJS Kesehatan 11 Juta Warga Diklaim Aktif Otomatis Pekan Depan
Warga antri pengurusan BPJS di Mal Pelayanan Publik (MPP) di Pemkot Yogyakarta, Jumat (6/2/2026). [Suara.com/Putu]
baca 10 detik
  • Menkeu siap mencairkan Rp15 miliar untuk reaktivasi otomatis 11 juta peserta PBI-JK usai pertemuan di DPR Jakarta, Senin (9/2/2026).
  • Inisiatif Menkes ini bertujuan melindungi 120 ribu peserta dengan penyakit katastropik seperti cuci darah dan kanker.
  • Pencairan dana terkendala dokumen administratif BPJS yang masih perlu perbaikan sebelum dana dapat segera dicairkan.

Suara.com - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan kesiapannya untuk segera mencairkan anggaran senilai Rp15 miliar guna mengaktifkan kembali (reaktivasi) kepesertaan massal 11 juta peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) secara otomatis dan sementara.

Kepastian ini disampaikan Purbaya usai melakukan pertemuan dengan jajaran Pimpinan DPR RI di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Menkeu menegaskan bahwa kondisi kas negara di sektor kesehatan saat ini sangat memadai untuk membiayai usulan darurat yang diajukan oleh Menteri Kesehatan.

Meski lampu hijau sudah diberikan, Purbaya menyebutkan masih ada satu kendala administratif yang harus diselesaikan oleh pihak BPJS Kesehatan. Terdapat satu pos anggaran yang saat ini statusnya masih ditandai atau "dibintangi" dan memerlukan perbaikan dokumen.

"Pihak BPJS hanya perlu berkoordinasi dengan saya untuk memperbaiki anggaran yang masih tertahan itu. Jika urusan dokumen beres, mungkin minggu depan dana sudah bisa cair. Nilainya tidak terlalu besar bagi anggaran negara," jelas Purbaya, dikutip via Antara.

Perlindungan Darurat Pasien Cuci Darah dan Kanker

Usulan reaktivasi otomatis ini merupakan inisiatif Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, sebagai respons atas dampak sosial yang timbul.

Menkes mengungkapkan fakta mengkhawatirkan bahwa dari 11 juta orang yang kepesertaannya dicabut, terdapat sekitar 120 ribu peserta yang mengidap penyakit berat atau katastropik.

Data Kemenkes merinci urgensi medis tersebut:

baca juga

Pasien Hemodialisis (Cuci Darah): Sebanyak 12 ribu pasien terdampak langsung. Tanpa layanan rutin 2-3 kali seminggu, nyawa para pasien ini terancam.

Penyakit Katastropik Lainnya: Termasuk pasien kanker yang memerlukan kemoterapi, penderita jantung yang butuh obat rutin, hingga anak-anak penderita Thalassemia yang bergantung pada infus darah.

"Reaktivasi otomatis selama tiga bulan ini sangat penting. Kita ingin memastikan mereka yang benar-benar membutuhkan tetap dilayani negara sementara validasi data dilakukan oleh BPS, Pemda, dan Kemensos," ujar Menkes Budi.

Dengan sistem reaktivasi otomatis sementara ini, masyarakat tidak perlu lagi datang ke fasilitas kesehatan atau kantor BPJS hanya untuk mengurus administrasi pengaktifan kartu.

Pemerintah akan menggunakan masa tiga bulan ke depan untuk melakukan verifikasi ulang guna menentukan siapa saja yang benar-benar layak masuk kategori warga miskin.

Menkes Budi mengestimasi kebutuhan dana untuk menanggung premi 120 ribu warga pengidap penyakit berat tersebut hanya sekitar Rp5 miliar per bulan.

Dengan total usulan Rp15 miliar, diharapkan tidak ada lagi pasien yang ditolak oleh rumah sakit selama masa transisi validasi data berlangsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Ungkap Biang Kerok Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan yang Diprotes Warga

Purbaya Ungkap Biang Kerok Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan yang Diprotes Warga

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 14:11 WIB

Geger Data BPJS-PBI Februari 2026, Menkeu: Jangan Bikin Kejutan yang Merugikan

Geger Data BPJS-PBI Februari 2026, Menkeu: Jangan Bikin Kejutan yang Merugikan

News | Senin, 09 Februari 2026 | 14:02 WIB

Mensos Pastikan Pasien PBI JK Nonaktif Dijamin 3 Bulan: Siapapun Pasien Itu, RS Tak Boleh Menolak

Mensos Pastikan Pasien PBI JK Nonaktif Dijamin 3 Bulan: Siapapun Pasien Itu, RS Tak Boleh Menolak

News | Senin, 09 Februari 2026 | 14:00 WIB

Rieke 'Oneng' Kritik Sengkarut Data PBI BPJS: Di Balik Angka Ada Nyawa Rakyat yang Dipertaruhkan

Rieke 'Oneng' Kritik Sengkarut Data PBI BPJS: Di Balik Angka Ada Nyawa Rakyat yang Dipertaruhkan

News | Senin, 09 Februari 2026 | 12:39 WIB

Rp 48,7 Triliun Dana PBI JKN Dipertanyakan, Mensos Akui Banyak Tak Tepat Sasaran

Rp 48,7 Triliun Dana PBI JKN Dipertanyakan, Mensos Akui Banyak Tak Tepat Sasaran

News | Senin, 09 Februari 2026 | 12:27 WIB

Sebut Ada 'Kejutan' di Balik Kisruh BPJS PBI, Menkeu: Jangan Coret 11 Juta Peserta Sekaligus

Sebut Ada 'Kejutan' di Balik Kisruh BPJS PBI, Menkeu: Jangan Coret 11 Juta Peserta Sekaligus

News | Senin, 09 Februari 2026 | 12:27 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×