SUARA SOREANG - Derlin Wahyudi, seorang siswa dari SMA 4 Pandeglang di Banten, menjadi sorotan karena pernyataannya terkait perbandingan dirinya dengan Farel, adik asuh dr. Richard Lee.
Diketahui Farel telah menjadi pembicaraan netizen belakangan ini karena bantuan yang diterimanya dari dr. Richard.
Farel dianggap oleh banyak orang tidak memaksimalkan peluang yang telah diberikan kepadanya oleh dr. Richard.
Derlin, yang juga seorang pembuat konten sehari-hari dan menjual makanan di sekolah, berbicara tentang perasaannya dalam obrolan bersama dr. Richard Lee di kanal YouTube sang dokter.
Derlin mengaku merasa canggung dan risih ketika banyak orang membandingkannya dengan Farel.
"Sebenarnya pas orang orang banyak nge-tag Derlin itu ya, trus dibanding bandingkan sama Farel, sebenarnya Derlin kayak takut, terus risih gitu," ungkap Derin dikutip Selasa (29/8/2023).
Ia mengungkapkan bahwa dirinya takut mengapa orang-orang membandingkan dirinya dengan Farel, sementara ia juga menyadari memiliki kekurangan dan tantangan sendiri.
Dalam diskusi tersebut, Derlin menjelaskan aktivitas harian berjualan makanan di sekolah.
Ia menjelaskan bahwa ia menjual enam jenis makanan seperti basreng, bakpao, donat, otak-otak, dan corndog.
Baca Juga: Adhi Karya Ikut Sukseskan Gelaran FIBA World Cup 2023
Ia belajar membuat makanan tersebut secara mandiri melalui platform YouTube dan bertanya pada ibunya.
Derlin telah berjualan sejak kelas 3 SD dan melihat ini sebagai cara untuk mendapatkan uang jajan tambahan dan membantu orang tua.
Ayahnya dulunya bekerja di bengkel motor dan sekarang menjadi buruh bakar arang, sementara ibunya adalah seorang ibu rumah tangga.
Derin menjelaskan pendapatan dari berjualan rata-rata antara Rp30 ribu hingga Rp100 ribu per hari.
"Paling besar pernah sampai seratus ribu (rupiah) dan itu ngerasa bahagia banget, pernah juga cuma dapet untung tiga puluh ribu (rupiah) karena enggak habis," ujar Derin.
Meskipun tidak selalu sama, Derlin merasa bahagia dengan pendapatan tersebut.