SUARA SOREANG - Masyarakat dunia kembali berduka, atas terjadinya gempa di Maroko dengan kekuatan 6,8 Magnitudo.
Gempa tersebut menewaskan lebih dari 2800 korban jiwa dan ratusan lain mengalami luka-luka.
Tim pencarian dari berbagai dunia masih melakukan pencarian untuk menemukan korban.
Jumlah korban jiwa gempa di Maroko akan diperkirakan terus bertambah, mengingat sebagian wilayah masih sulit untuk dijangkau.
Sebuah desan bernama Tinmel, setiap bangunan rumah di daerah tersebut hancur. Bahkan bau mayat begitu menyengat hingga tercium ke desa lainnya.
Sebagai informasi, pusat gempa di Maroko berada sekitar 72 km (45 mil) barat daya Marrakesh.
Gempa terbesar di Maroko terjadi pada tahun 1960, dan menjadi gempa paling dahsyat dalam sejarah Maroko.
Tercatat pada tanggal 29 Februari 1960 di dekat Kota Agadir, menccatat 12.000 hingga 15.000 orang kehilangan nyawa pada gempa tersebut. (*)