Ini Dua Alasan Nitya Dipilih Masuk Skuat Tim Uber Indonesia

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Ini Dua Alasan Nitya Dipilih Masuk Skuat Tim Uber Indonesia
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, ditemui usai acara HUT PBSI ke-67 di Hotel Century, Jakarta, Selasa (8/5/2018). [Suara.com/Arief Apriadi]

Tim Uber Indonesia tergabung dalam Grup D bersama Cina, Malaysia dan Prancis.

Suara.com - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti menjelaskan alasan tetap mengikutsertakan Nitya Krishinda Maheswari ke dalam skuat tim Uber Indonesia.

Menurut Susy, dipilihnya Nitya sudah melalui berbagai pertimbangan dari PBSI. Salah satunya terkait fleksibilitas Nitya yang bisa dipasangkan dengan siapa saja.

"Pilihan terakhir tim Uber memang di Nitya. Harapan kita tentunya pertama melihat dari pengalamannya. Kedua fleksibilitas dia untuk bisa dipasangkan dengan pemain lain. Karena kita sedang mencari format yang satu sama lain bisa saling mendukung," ungkap Susy usai menghadiri HUT PBSI ke-67 di di Hotel Century, Senayan, Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Prestasi Nitya saat ini tengah menurun usai pulih dari cedera lutut kanan. Nitya pun harus naik meja operasi pada akhir 2016 untuk menyembuhkan cederanya dan absen cukup lama untuk pemulihan.

Kondisi itu membuat Nitya terpaksa harus berpisah dari partner lamanya, Greysia Polii yang saat ini ditunjuk menjadi kapten tim Uber Indonesia.

Bersama Greysia, pebulutangkis 29 tahun itu menuai berbagai prestasi gemilang. Salah satunya medali emas Asian Games 2014 Incheon, Korea Selatan.

Kini, Nitya dipasangkan dengan Ni Ketut Mahadewi Istarani setelah dipisah dari Yulfira Barkah.

Masuknya Nitya ke tim Uber Indonesia membuka peluang dirinya untuk kembali berpasangan dengan Greysia.

Apalagi pasangan Greysia saat ini, Apriyani Rahayu, dinilai belum mempunyai mental mumpuni untuk bermain di turnamen sekelas Piala Uber.

Terkait hal itu, Susy menilai semua kemungkinan masih terbuka. Hal itu bergantung pada situasi dan strategi yang digunakan tim Uber Indonesia nanti.

"Mungkin bisa saja pasangan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta dijadikan ganda pertama, dan ganda keduanya bisa Greysia/Nitya. Tapi bisa juga Nitya tetap berpasangan dengan Ni Ketut," jelas Susy.

Sekadar informasi, berdasarkan hasil undian Maret lalu, tim Uber Indonesia tergabung dalam Grup D bersama Cina, Malaysia dan Prancis.

Piala Thomas dan Uber 2018 sendiri akan dilangsungkan pada 20-27 Mei 2018 di Bangkok, Thailand.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS