Kenalkan: Si Bengal Max!

RR Ukirsari Manggalani

Kamis, 17 Mei 2018 | 11:36 WIB
Kenalkan: Si Bengal Max!
Pebalap muda F1 Red Bull, Max Verstappen, dan sang ayah Jos Verstappen. [AFP/Toshifumi Kitamura]

Suara.com - Setiap driver Formula One (F1) memiliki gaya menyetir tersendiri. Tak terkecuali bintang baru, Max Verstappen (Red Bull Racing). Sejak akhir tahun lalu, sampai semester pertama tahun ini, ia menuai banyak komentar. Ini akibat caranya yang "unik" saat membawa jet darat,  kalau tidak mau menggunakan kata agresif.

Salah satu buktinya adalah ganjaran penalti 10 detik dari FIA menyusul GP China. Di mana jetnya bersinggungan dengan milik Sebastian Vettel (Ferrari) saat memperebutkan posisi di Turn 14. Kejadian itu membuat Verstappen turun dari posisi empat ke lima di daftar hasil balap, dan dua poin penalti ditambahkan ke lisensi balapnya.

Kejadian ini bukan hal perdana. Tahun lalu, Verstappen juga beroleh penalti 5 detik dari FIA usai GP US, Secara berani ia menyalip Kimi Raikkonen (Ferrari) untuk memperebutkan posisi ketiga.

Di luar dua penalti tadi, lajang kelahiran Belgia yang membalap atas nama negara Belanda itu juga pernah mendapat teguran khusus dari FIA. Yaitu saat dia dan rekan satu tim, Daniel Ricciardo terlibat tumbukan di GP Azerbaijan.   Keduanya dinyatakan sama-sama bersalah.

Gaya agresif Max  ini tak pelak  menjadi sorotan para sesepuh mantan driver F1. Seperti Niki Lauda, juara dunia F1 tiga kali (1975, 1977, 1984). Ia menyatakan bahwa gaya sembrono Si Bengal itu membahayakan driver lain.

Toh Max tidak mengubah gaya agresifnya, "berbalas pantun" melayani ujar-ujar Lauda sebagai senior yang bertarung di sirkuit jauh sebelum ayah Max berlaga (Jos Verstappen, balap  F1 tahun 1994-1998, 2001-2002, 2003).

Berkebalikan dengan Lauda, Gerhard Berger, mantan driver Ferrari yang menjadi rekan satu tim mendiang Ayrton Senna malahan memuji. "Cara bawa mobilnya mengingatkan saya kepada Senna," ujarnya. "Selalu mencari celah dengan berani."

Pembuktian prestasi Max tentu saja mesti menunggu waktu, mengingat Senna adalah juara dunia F1 tiga kali (1988, 1990, 1991), dan semasa hidupnya sampai maut merenggut di sirkuit terus melakukan kampanye safety for F1 drivers.    Sementara prestasi Max adalah driver F1 termuda yang pernah meraih gelar juara. Ia memenangi GP Spanyol 2016 di usia yang belum genap 18 tahun.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Performa Naik Turun, Hamilton Ragu Bisa Juara

Performa Naik Turun, Hamilton Ragu Bisa Juara

Sport | Jum'at, 11 Mei 2018 | 12:43 WIB

Ricciardo dan Verstappen Tabrakan, Bos Red Bull: Dua-duanya Salah

Ricciardo dan Verstappen Tabrakan, Bos Red Bull: Dua-duanya Salah

Sport | Senin, 30 April 2018 | 11:11 WIB

Rossi Tak Mau Cabut Sindirannya kepada Marquez di Instagram

Rossi Tak Mau Cabut Sindirannya kepada Marquez di Instagram

Sport | Jum'at, 20 April 2018 | 14:11 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×