Saat memenangkan GP Brasil 1991, Ayrton Senna bertahan dengan gigi keenam saja.
![Legenda balap Formula 1 (F1), Ayrton Senna dan Alain Prost. [AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2018/04/20/55095-ayrton-senna-dan-alain-prost.jpg)
Foto: Legenda balap Ayrton Senna (kiri) dan Alain Prost (kanan) [AFP]
Bayangkan, turun balap di rumah sendiri (Senna adalah putra kebanggaan Negeri Samba, kelahiran 1 Mei 1960), beban moralnya lebih besar dibandingkan driver lain. Apalagi, saat itu ia sudah mengantongi gelar juara dunia dua kali, tetapi belum pernah menang di depan warganya di Sao Paulo, ibukota Brasil.
Menjelang enam lap terakhir di GP Brasil 1991, jet darat McLaren-Honda tunggangannya mengalami kendala teknis di sektor transmisi.
Toh Senna mampu melejit 2,991 detik di depan Riccardo Patrese dari tim Williams dan meraih podiumnya yang pertama di Brasil. Tahun itu pula ia menjadi juara dunia ketiga kalinya.
Sementara Michael Schumacher, seperti dikutip dari Autosport, menyebutkan bahwa kemenangan Ricciardo membuat Christian Horner, bos Red Bull bersuara dari radio komunikasi.
![Legenda balap F1 dan juara dunia tujuh kali asal Jerman, Michael Schumacher [AFP/Josep Lago]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2016/07/19/o_1ao1ia86l12mpoubdup1djqea.jpg)
Foto: Legenda balap F1 dan juara dunia tujuh kali asal Jerman, Michael Schumacher [AFP/Josep Lago]
Bahwa ia merasa kemenangan drivernya itu mengingatkan pada keberhasilan Michael Schumacher saat merebut tempat kedua di GP Spanyol 1994.
Saat itu, sang juara dunia F1 tujuh kali bertahan mencapai finish dengan gigi kelima.
"Langsung muncul di kepala, dengan apa yang pernah dilakukan Schumacher," ujar Horner. "Ini adalah tebusan untuk Monaco di tahun 2016."