Mengacau Cabor Paralayang di AG 2018, WN Taiwan Dideportasi

Rully Fauzi

Kamis, 23 Agustus 2018 | 17:40 WIB
Mengacau Cabor Paralayang di AG 2018, WN Taiwan Dideportasi
Ilustrasi cabor paralayang [Shutterstock]

Suara.com - Salah satu kejadian tak biasa mencuri perhatian di Asian Games 2018, khususnya di cabor paralayang. Bagaimana tidak, seorang Warga Negara (WN) Taiwan bernama Elsa May sampai dideportasi ke negeri asalnya lantaran menggaggu jalannya laga cabor tersebut. Hal ini dikonfirmasi Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi seperti dilansir Antara.

Elsa May akhirnya dideportasi ke negara asalnya menggunakan maskapai China Airlines pada hari ini, Rabu (22/8/2018).

"Elsa May, Warga Negara Taiwan, telah kami deportasi hari ini (Rabu) menggunakan China Airlines CI 762 dari (Bandara) Soekarno-Hatta pukul 12.30 menuju Taipei," ungkap Kabag Humas Dijen Imigrasi, Agung Sampurno.

"Elsa telah mengacaukan kegiatan Asian Games ke-18, di cabang paralayang," lanjut Agung.

Singkat cerita, Elsa May terbukti menggunakan identitas panitia Asian Games 2018 milik orang lain untuk mengganggu kegiatan cabor paralayang yang berlangsung pada 18 Agustus lalu. Elsa bahkan sempat mengikuti technical meeting, bukan sebagai atlet, ofisial ataupun perangkat pertandingan.

Saat itu, Elsa mengacau dengan mengajukan pertanyaan yang tidak perlu, dan sering melakukan interupsi yang mengganggu jalannya technical meeting. 

Kemudian pada Senin (20/8/2018), Elsa mengganggu jalannya cabor paralayang yang dihelat di Gunung Mas, Puncak, Bogor, Jawa Barat. Wanita ini berulah dengan melakukan provokasi kepada kontingen setiap negara untuk tidak menerima keputusan perangkat pertandingan.

Akibat ulahnya ini, Elsa lantas diusir dari venue cabor paralayang. Parahnya, satu hari berselang, Elsa kembali ke venue laga, meski pada akhirnya berhasil diamankan oleh petugas.

Dirjen Imigrasi kemudian langsung melakukan aksi reaktif demi terjaganya keamanan perhelatan Asian Games 2018.

"Tiga orang petugas penindakan keimigrasian Kantor Imigrasi Bogor menjemput Elsa pada Selasa (21/8/2018) pukul 10.00 WIB," ujar Agung.

"Petugas imigrasi membawa Elsa ke Kantor Imigrasi Bogor untuk pendalaman dan ditahan di ruang Detensi Imigrasi Kantor Imigrasi Bogor. Kemudian, berdasarkan hasil pendalaman oleh penyidik, diambil keputusan Elsa dijatuhkan tindakan administrasi keimigrasian, yakni deportasi ke negara asal," ungkapanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dibandingkan dengan Olimpiade Paris, Pembukaan Asian Games 2018 Kembali Ramai Dibahas

Dibandingkan dengan Olimpiade Paris, Pembukaan Asian Games 2018 Kembali Ramai Dibahas

Sport | Sabtu, 17 Agustus 2024 | 09:25 WIB

Jadi Wasit Timnas U-23 vs Korsel, Shaun Evans Pernah Bikin Indonesia dan Persib Bandung Ngamuk

Jadi Wasit Timnas U-23 vs Korsel, Shaun Evans Pernah Bikin Indonesia dan Persib Bandung Ngamuk

News | Rabu, 24 April 2024 | 09:38 WIB

Kisah Kim Min-jae: Pernah Main di Indonesia, Kini Gabung Bayern Munich

Kisah Kim Min-jae: Pernah Main di Indonesia, Kini Gabung Bayern Munich

Bola | Rabu, 19 Juli 2023 | 07:41 WIB

Raja Sapta Oktohari: Presiden Jokowi Layak Diangkat Jadi Bapak Olahraga Indonesia

Raja Sapta Oktohari: Presiden Jokowi Layak Diangkat Jadi Bapak Olahraga Indonesia

Sport | Jum'at, 12 Agustus 2022 | 19:13 WIB

Profil Kim Min-jae, Bek Anyar Napoli Asal Korsel yang Pernah Main di Indonesia

Profil Kim Min-jae, Bek Anyar Napoli Asal Korsel yang Pernah Main di Indonesia

Bola | Minggu, 31 Juli 2022 | 06:00 WIB

8 Sekawan Taiwan Dihukum Mati (2): Penerjemah Ilegal dan Cela Vonis Mati

8 Sekawan Taiwan Dihukum Mati (2): Penerjemah Ilegal dan Cela Vonis Mati

Liks | Selasa, 18 Juni 2019 | 08:10 WIB

8 Sekawan Taiwan Dihukum Mati (1): Satu Mati di Cipinang Sebelum Dieksekusi

8 Sekawan Taiwan Dihukum Mati (1): Satu Mati di Cipinang Sebelum Dieksekusi

Liks | Selasa, 18 Juni 2019 | 08:00 WIB

Terkini

Perlu Kesabaran, Ini Cara Paling Ampuh Minta Maaf ke Zodiak Taurus yang Keras Kepala

Perlu Kesabaran, Ini Cara Paling Ampuh Minta Maaf ke Zodiak Taurus yang Keras Kepala

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Indonesia dan Singapura Luncurkan Project NUSA dan Korika Demi Kedaulatan AI

Indonesia dan Singapura Luncurkan Project NUSA dan Korika Demi Kedaulatan AI

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Jalur 'Neraka' Gowa Kini Mulus, Punya Jalur Khusus Pesepeda dan Pejalan Kaki

Jalur 'Neraka' Gowa Kini Mulus, Punya Jalur Khusus Pesepeda dan Pejalan Kaki

Sulsel | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:50 WIB

Izin 6 Perusahaan Hutan Dibekukan Imbas Karhutla, Ada Jejak Haji Isam hingga Bisnis Sawit Singapura

Izin 6 Perusahaan Hutan Dibekukan Imbas Karhutla, Ada Jejak Haji Isam hingga Bisnis Sawit Singapura

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:47 WIB

Hingga Tahun 2027, Beli Rumah dan Mobil Bisa Tanpa DP

Hingga Tahun 2027, Beli Rumah dan Mobil Bisa Tanpa DP

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:46 WIB

Studi Terbaru Ungkap Potensi Vape, Bagaimana Dampaknya bagi Industri Tembakau?

Studi Terbaru Ungkap Potensi Vape, Bagaimana Dampaknya bagi Industri Tembakau?

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Tinggi, Menko Airlangga Yakin APBN Tak Jebol

Harga Minyak Dunia Naik Tinggi, Menko Airlangga Yakin APBN Tak Jebol

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:36 WIB

Mengurai Kasus Dana Syariah: Menagih Akuntabilitas Dewan Pengawas

Mengurai Kasus Dana Syariah: Menagih Akuntabilitas Dewan Pengawas

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Sergap Kapal di Belawan, Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Ketamin dan Amankan WNA

Sergap Kapal di Belawan, Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Ketamin dan Amankan WNA

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:28 WIB

Viral Aksi Kontroversi di Kafe Pekanbaru, Satpol PP Minta Klarifikasi Pengelola

Viral Aksi Kontroversi di Kafe Pekanbaru, Satpol PP Minta Klarifikasi Pengelola

Riau | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:20 WIB

×