Lupakan Hasil Pramusim, Pelita Jaya Fokus Hadapi IBL 2018/2019

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Lupakan Hasil Pramusim, Pelita Jaya Fokus Hadapi IBL 2018/2019
Pebasket Petila Jaya Basketball, Amin Prihantono (kiri), berusaha menghindari hadangan pemain Garuda Bandung, Luke Martinus, pada turnamen Pramusim Indonesian Basketball League (IBL) di Gor Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (20/10/2018). [Antara/Aloysius Jarot Nugroho]

Pelita Jaya secara mengejutkan takluk dari Stapac Jakarta di final pramusim IBL 2018/2019.

Suara.com - Pelita Jaya Basketball siap bersaing perebutkan gelar Indonesia Basketball League (IBL) musim 2018/2019. Mereka tak mau lagi mengingat hasil minor di pramusim.

Seperti diketahui, Pelita Jaya secara mengejutkan takluk dari Stapac Jakarta di final pramusim IBL 2018/2019.

Andakara Prastawa Dhyaksa dan kolega kalah tipis dengan skor 56-62 pada laga yang berlangsung di Sritex Arena Solo, Minggu (21/10/2018) lalu.

Pelatih Pelita Jaya Basketball, Johannis Winrar menyebut hasil di pramusim tak bisa jadi tolak ukur sebuah klub untuk mengarungi musim penuh.

Terlebih, kata Johannis, di pramusim IBL lalu setiap klub belum dibela para legiun asingnya.

"Bermain dengan pemain lokal dan impor adalah dua hal yang berbeda. Pebasket impor atau asing itu pengaruhnya sangat besar sekali," ujar Johannis saat ditemui di GOR Remaja Tanjung Priok, Sunter, Jakarta Utara, Senin (5/11/2018).

Para pebasket Stapac Jakarta berfoto bersama usai keluar sebagai juara pramusim IBL 2018/2018 setelah mengalahkan Pelita Jaya Basketball, 62-56, di Gor Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, Minggu (21/10/2018). [Antara/Mohammad Ayudha]
Para pebasket Stapac Jakarta berfoto bersama usai keluar sebagai juara pramusim IBL 2018/2018 setelah mengalahkan Pelita Jaya Basketball, 62-56, di Gor Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, Minggu (21/10/2018). [Antara/Mohammad Ayudha]

Pelita Jaya Basketball akan mengarungi musim dengan satu legiun asing baru. Jika pada 2017-2018 menggunakan kompisisi Wayne Bradford dan Chester Jarell Giles, kali ini posisi Giles digantikan oleh Kore White.

Kore White merupakan big man atau center yang didatangkan Pelita Jaya dari sang rival, Stapac Jakarta.

"Melihat banyaknya pemain impor baru, saya melihat banyak skill-nya yang oke. Mudah-mudahan hal itu bisa buat liga kita (IBL—red) jadi lebih bagus," ujar pelatih yang akrab disapa Ahang.

"Untuk Wayne (Bradford) dan Kore (White) yang penting saya lihat mereka datang (ke showcase) dalam kondisi yang sehat, tidak cedera," imbuhnya.

Pebasket Stapac Jakarta, Agassi Yeshe Goantara (kanan) berusaha melewati hadangan pebasket Pelita Jaya Basketball, Reggie William Mononimbar (kiri) pada final turnamen Pramusim IBL 2018/2018 di Gor Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, Minggu (21/10/2018). [Antara/Mohammad Ayudha]
Pebasket Stapac Jakarta, Agassi Yeshe Goantara (kanan) berusaha melewati hadangan pebasket Pelita Jaya Basketball, Reggie William Mononimbar (kiri) pada final turnamen Pramusim IBL 2018/2018 di Gor Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, Minggu (21/10/2018). [Antara/Mohammad Ayudha]

Pelita Jaya sendiri akan mengarungi musim 2018-2019 dengan 15 pemain yang terdiri dari dua pemain asing dan 13 pemain lokal. Satu diantaranya dari draft rookie.

"15 pemain sudah termasuk impor (legiun asing). IBL musim ini memang paling banyak (setiap klub memiliki) 17 pemain, kita tak bisa nambah lagi. Kita kemarin kan ambil dari darft rookie satu orang, Basith Ravi," tukasnya.

Seri pertama IBL musim 2018/2019 akan berlangsung pada 30 November hingga 2 Desember.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS