Mengagumkan: Cara Mick Schumacher Mengatur Emosi

RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Jum'at, 23 November 2018 | 09:00 WIB
Mengagumkan: Cara Mick Schumacher Mengatur Emosi
Mick Schumacher, putera pembalap legendaris dunia, Michael Schumacher [AFP/Sascha Schuermann].

Suara.com - Berayahkan seorang legenda Formula One (F1) mungkin impian bagi banyak orang. Akan tetapi, bagi Mick Schumacher (19), ia tak perlu berangan-angan. Karena bersama kakak perempuannya, Gina Maria, ia adalah putra pasangan Michael Schumacher dan Corinna Betsch Schumacher.

Sejak kecil, Mick Schumacher telah akrab dengan lintasan balap. Bermukim di Swiss yang tenang, karena orangtuanya tak ingin anak-anaknya dibesarkan dalam lingkungan driver balap jet darat atau F1 mayoritas, seperti bermukim di Monte Carlo, Monako.

Akan tetapi, kehangatan seorang bapak sekaligus kepiawaiannya di pentas balap F1 tak lagi bisa dirasakan dan dilihatnya. Selepas Natal 2013, Mick dan Michael Schumacher bermain ski di kawasan pegunungan French Alps. Nahas menimpa ayahandanya, sampai mengalami koma, bahkan kepalanya dioperasi dua kali.

Sesudah itu, dunia luar tak mendengar kejelasan kesehatan Michael Schumacher, kecuali dilaporkan bahwa belum mampu berjalan sehingga mesti duduk di atas kursi roda. Juga tak dijelaskan lebih rinci, apakah mampu berkomunikasi lebih jelas dan detail, selain menunjukkan emosi meneteskan air mata bila diajak memandangi keelokan panorama dari balik jendela.  Seperti ditulis Paris Match.

Mick Schumacher, yang saat ini berlaga di F3 European Championship, setahun lalu baru mengaku, bahwa sang ayah, juara dunia F1 tujuh kali adalah idola sekaligus role model baginya.

Akan halnya tragedi yang membuat sang ayah belum kembali pulih seperti sedia kala, ia memilih menyimpan rapat-rapat. Meski tampak sulit mengatasi kesedihan itu, Mick Schumacher pantang memberikan pernyataan apapun.

Dengan kemampuan mengatur emosi ini, Mick Schumacher tumbuh menjadi sosok Michael Schumacher muda yang bisa dibanggakan. Seperti yang diungkapkan salah satu sahabatnya, sekaligus rekan satu tim dahulu, Nicklas Nielsen.

"Mick adalah sosok pendiam lagi kalem, normal seperti layaknya kami semua. Sangat sopan dan terbuka, nyaman berbicara dengan semua orang," tukas lajang Denmark itu, seperti dikutip dari gpblog.com.

Bahkan, di awal turun balap dahulu, Mick menggunakan nama keluarga sang ibu, Betsch, semata-mata agar tidak menjadi pusat perhatian.

Saat tragedi menimpa keluarga Schumacher, di mana Michael mengalami nahas terantuk batu sampai mengalami koma, Mick masih berusia 14 tahun.

"Memang, Mick berhenti mengaspal untuk beberapa bulan, akan tetapi kembali berlaga sesudahnya," lanjut Nicklas Nielsen. "Akan tetapi benar-benar tidak ada satu pun topik tentang sang ayah."

Saat ini, Nicklas Nielsen mengurusi mini kart milik tim Ralf Schumacher, paman Mick sekaligus adik Michael Schumacher.

"Sampai kini, tak ada seorangpun berbicara tentang kondisi ayah Mick. Mick sendiri tidak menunjukkan emosi tentang sang ayah, hanya mengucap sesekali, sangat berat memahami kondisi itu," tandasnya.

Rupanya, cetak biru Michael Schumacher ini punya cara tersendiri. Usaha membanggakan orangtuanya dengan serius balap bersama tim Prema Theodore Racing jauh lebih berguna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Resmi! Robert Kubica Kembali ke F1, Perkuat Williams

Resmi! Robert Kubica Kembali ke F1, Perkuat Williams

Sport | Kamis, 22 November 2018 | 17:13 WIB

Mobil Balap Michael Schumacher di GP F1 Monaco 2001 Laku Rp101 M

Mobil Balap Michael Schumacher di GP F1 Monaco 2001 Laku Rp101 M

Otomotif | Sabtu, 18 November 2017 | 17:29 WIB

Putera Michael Schumacher Bintangi Serial Komedi Mercedes-Benz

Putera Michael Schumacher Bintangi Serial Komedi Mercedes-Benz

Otomotif | Sabtu, 25 Maret 2017 | 20:26 WIB

Terkini

Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat

Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat

Sport | Sabtu, 28 Maret 2026 | 07:30 WIB

Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat

Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat

Sport | Sabtu, 28 Maret 2026 | 07:25 WIB

Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026

Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026

Sport | Kamis, 26 Maret 2026 | 06:49 WIB

Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3

Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3

Sport | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:11 WIB

Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS

Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS

Sport | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:06 WIB

Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia

Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia

Sport | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:02 WIB

Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite

Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite

Sport | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:58 WIB

Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan

Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan

Sport | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:55 WIB

Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis

Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis

Sport | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:52 WIB

Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati

Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati

Sport | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:55 WIB