Kritik Praktik 'Mahar' di MotoGP Saat ini, Redding Sakit Hati?

Rizki Nurmansyah
Kritik Praktik 'Mahar' di MotoGP Saat ini, Redding Sakit Hati?
Pebalap Aprilia, Scott Redding, berada di atas motornya saat sesi latihan bebas MotoGP Catalunya, Barcelona, Jumat (15/6/2018). [AFP/Lluis Gene]

"Ini semua bisnis, semua tentang uang. Itu masalahnya sekarang. Begitulah MotoGP berjalan saat ini," ujar Redding.

Suara.com - Mantan pebalap MotoGP, Scott Redding mengkritisi situasi di dalam lingkup MotoGP saat ini. Menurutnya, beberapa pebalap rela merogoh 'mahar' yang tak sedikit demi bisa mendapatkan satu tempat di sebuah tim.

Redding sendiri mulai musim depan tidak akan lagi berada di lintasan MotoGP. Dia akan tampil di ajang British Superbike bersama tim PBM Ducati.

Runner-up Moto2 2013 ini kehilangan kursi balapnya di tim Aprilia pada akhir musim ini. Pabrikan asal Italia itu lebih memilih Andrea Iannone yang 'didepak' Suzuki.

"Ini semua bisnis, semua tentang uang. Itu masalahnya sekarang. Begitulah MotoGP berjalan saat ini," ujar Redding, dikutip dari Motorsport, Jumat (28/12/2018).

"Untuk ikut balapan sekarang, berapa banyak orang yang harus membayarnya? Ini adalah balapan kejuaraan dunia. Terlepas apakah itu Moto3, Moto2, atau MotoGP."

"Bahkan jika tim memiliki anggaran, mereka masih mengenakan biaya kepada pebalap yang perlu dibayarkan," tutur Redding.

Sebelum memutuskan tampil di ajang British Superbike musim depan, Redding sejatinya punya peluang kembali tampil di ajang Moto2 bersama tim Dynavolt Intact.

Namun, dia kalah bersaing dengan Thomas Luthi yang kembali turun ke kelas Moto2 setelah hanya semusim tampil di kelas MotoGP.

"Itu sebabnya saya tidak mau ke Moto2. Saya tidak akan pernah mengendarai motor dengan gratis, dan pastinya saya tidak akan mau mengeluarkan uang," ungkap Redding.

"Saya tidak akan membayar dua ratus ribu, tiga ratus ribu, untuk mendapatkan motor, untuk satu atau dua musim," tegasnya.

"Ini menggelikan, ini gila. Tapi ada seseorang yang akan melakukannya," tutur Redding.

Pebalap asal Inggris ini pun menyarankan penyelenggara MotoGP untuk membuat sebuah batasan tentang besaran 'mahar' yang harus dikeluarkan pebalap. Termasuk juga tentang batasan gaji para pebalap.

"Ada banyak pebalap yang mendapatkan bayaran besar, dan memang seharusnya begitu. Tapi harus ada batasan bayaran tentang gaji mereka, harus ada batasan pula berapa mereka tidak harus membayar. Harus ada aturannya," ujar Redding.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS