Melati dan Gloria Belum Selevel Liliyana Natsir

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Dua pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, usai bertemu di babak kedua Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (24/1). [Suara.com/Arief Apriadi]
Dua pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, usai bertemu di babak kedua Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (24/1). [Suara.com/Arief Apriadi]

"Nah itu (pensiunnya Liliyana) jadi masalah, masalah baru dan masalah berat," ujar Koh Chris.

Suara.com - Legenda hidup bulutangkis Indonesia, Christian Hadinata, menilai sektor ganda campuran PBSI tengah mengalami masalah serius usai kehilangan atlet putri sekelas Liliyana Natsir.

Sebagaimana diketahui, Liliyana Natsir memutuskan pensiun usai berakhirnya gelaran Indonesia Masters 2019 pada, Minggu (27/1/2019) lalu.

Ketiadaan Liliyana dikatakan Christian Hadinata jadi pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan PBSI.

Sebab, dua atlet putri spesialis ganda campuran PBSI, yakni Melati Daeva Oktavianti dan Gloria Emanuelle Widjaja, disebutnya belum menandingi level Liliyana Natsir.

"Nah itu (pensiunnya Liliyana) jadi masalah, masalah baru dan masalah berat. Karena selama ini pemain atau atlet putri kita di sektor ganda campuran levelnya belum seperti Butet—sapaan akrab Liliyana," ujar Christian Hadinata ditemui usai menghadiri konferensi pers Djarum Superliga 2019 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Legenda hidup bulutangkis Indonesia, Christian Hadinata, ditemui usai menghadiri konferensi pers Djarum Superliga 2019 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (31/1/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]
Legenda hidup bulutangkis Indonesia, Christian Hadinata, ditemui usai menghadiri konferensi pers Djarum Superliga 2019 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (31/1/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Koh Chris, sapaan akrab Christian, pun menjelaskan perbedaan Liliyana Natsir dengan Melati dan Gloria.

"Menurut saya levelnya berbeda dengan seorang Butet, dari sisi misalnya kualitas tekniknya, keberaniannya," ujar Christian.

"Artinya, lawan itu kalau berhadapan dengan Butet sudah merasakan aura yang berbeda. Nah itu berbeda saat lawan Gloria dan Melati," imbuh peraih medali emas Kejuaraan Dunia 1980 di nomor ganda putra dan ganda campuran.

Infografis Liliyana Natsir. [Suara.com/Aldie Syaf Bhuana]
Infografis Liliyana Natsir. [Suara.com/Aldie Syaf Bhuana]

Christian Hadinata pun berharap Pelatih Ganda Campuran Pelatnas PBSI, Richard Mainaky, bisa mencari alternatif lain disamping terus mematangkan potensi Gloria dan Melati.

"Ya kalau mencari yang sama (seperti Butet) sih sulit ya, yang pasti harus mendekati seperti bisa jadi playmaker (pengatur serangan—red), dan harus seperti Butet, punya keberanian," tukasnya.

Sebagai informasi, Melati dan Gloria kini menjadi atlet putri spesialis ganda campuran paling senior di pelatnas PBSI.

Melati yang berpartner dengan Praveen Jordan dan Gloria yang menjadi teman laga Hafiz Faisal menjadi tumpuan PBSI menatap Olimpiade 2020.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS