Array

Indonesia Tanpa Gelar di Malaysia Open 2019, Susy: Kurangnya di...

Senin, 08 April 2019 | 15:17 WIB
Indonesia Tanpa Gelar di Malaysia Open 2019, Susy: Kurangnya di...
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie. [Humas PBSI]

Suara.com - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti angkat bicara terkait hasil wakil Indonesia di Malaysia Open 2019 pekan lalu.

Seperti diketahui, tak ada satupun wakil Indonesia yang mampu membawa pulang gelar dari turnamen BWF World Tour Super 750 itu.

Ini merupakan kali kedua berturut-turut wakil Indonesia gagal berjaya di ajang Malaysia Open. Terakhir kali wakil Indonesia meraih gelar Malaysia Open pada 2017 silam.

Saat itu, pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon membuat bendera Merah Putih berkibar di puncak tertinggi Malaysia Open 2017.

Sementara pada Malaysia Open tahun ini, prestasi terbaik wakil Indonesia hanyalah sampai babak semifinal.

Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, mengalahkan kompatriotnya, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, di babak perempat final Malaysia Open 2019, Jumat (5/4). [Humas PBSI]
Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, mengalahkan kompatriotnya, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, di babak perempat final Malaysia Open 2019, Jumat (5/4). [Humas PBSI]

Capaian itu dicatatkan Jonatan Christie dan pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Jonatan terhenti di semifinal setelah kalah dari tunggal putra China, Chen Long. Jojo, sapaan akrabnya, kalah rubber game dengan skor 21-12, 10-21, dan 15-21.

Sementara Fajar/Rian harus kandas ditangan pasangan ganda putra Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, 13-21 dan 20-22.

Terkait hasil Malaysia Open 2019, Susy menganggap menjadi pelajaran berharga bagi PBSI.

Baca Juga: Jalan-jalan di Mal Manila, Floyd Mayweather Dikatai Pengecut

Para pemain muda yang tampil luar biasa saat bertemu rekan sendiri, disebutnya harus bisa membuktikan kapasitas saat menghadapi wakil negara lain. Terutama saat turnamen memasuki babak semifinal ke atas.

"Di satu sisi (penampilan) para pemain dan pasangan ganda kita sudah hampir sama dan merata. Tapi saat bertemu lawan dari negara lain, mereka masih belum mampu," ujar Susy Susanti saat dihubung Suara.com, Senin (8/4/2019).

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti. (Suara.com/Arief Apriadi)
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti. (Suara.com/Arief Apriadi)

Susy menjelaskan jika secara teknis dirinya tak meragukan kemampuan para pebulutangkis Indonesia.

Hanya saja, kegagalan mereka menggapai gelar juara dinilainya lebih kepada faktor mentalitas.

"Saya rasa sih kurangnya di faktor mental ya. Secara teknis sih saya kira mereka semua mampu. Seperti Fajar/Rian bisa mengalahkan Kevin/Marcus (di perempat final Malaysia Open 2019). Tapi saat lawan pemain luar sulit," tukas Susy.

Setelah Malaysia Open 2019, para penggawa tim bulutangkis Indonesia langsung mengalihkan fokus untuk mengikuti ajang Singapore Open 2019, 9-14 April mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI