Ini Alasan PBSI "Paksakan" Tunggal Putri Turun di Turnamen Elite

RR Ukirsari Manggalani, Arief Apriadi

Selasa, 16 April 2019 | 15:35 WIB
Ini Alasan PBSI "Paksakan" Tunggal Putri Turun di Turnamen Elite
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti (tengah) bersama peraih medali emas Asia Junior Championship 2018, Febriana Dwipuji Kusuma / Ribka Sugiarto di Jaya Raya Sport Hall Training Center, Jakarta. [Humas PBSI]

Suara.com - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti, akhirnya membeberkan alasan utama pihaknya tetap "memaksakan" skuat tunggal putri untuk turun di turnamen elite, minimal di level Super 500 ke atas.

Sebagaimana diketahui, Gregoria Mariska Tunjung dan kawan-kawan sejatinya kesulitan tampil di turnamen-turnamen itu. Di tiga turnamen terakhir, yakni All England, Malaysia Open dan Singapore Open 2019, skuat yang kini diasuh Rionny Mainaky ini tak sekalipun mampu lolos melebihi babak kedua turnamen.

Menurut Susy Susanti, keputusan mengirimkan Fitriani dan kolega ke turnamen level Super 500 ke atas sejatinya bukanlah sebuah paksaan. Hal itu lebih dikarenakan tak adanya pilihan lain.

Pasalnya, peringkat dunia skuat tunggal putri Indonesia saat ini masih jauh tercecer. Hanya Gregoria Mariska Tunjung yang kini menyandang peringkat dunia cukup baik yakni 16 dunia.

Padahal, untuk mencapai misi meloloskan dua wakil per sektor ke Olimpiade 2020, sektor tunggal harus menempatkan minimal dua wakil di peringkat 16 besar dunia. Karena itu, Susy Susanti menilai skuat tunggal putri Merah Putih harus turun di turnamen-turnamen besar demi secepatnya mendongkrak peringkat dunia.

"Memang mereka masih butuh kerja keras. Mereka itu kelasnya kalau boleh kami bilang masih di level Super 300. Mungkin sekarang mulai dicoba di level Super 500," ujar Susy Susanti saat dihubungi Suara.com, Selasa (16/4/2019).

"Mengapa harus kami turunkan di level minimal Super 500? Karena ini mau tak mau. Kalau kita turun di level bawah saja, maka tak banyak poin yang didapat. Kita tak akan bisa masuk atau menembus top 16," sambungnya.

Salah satu tunggal putri Indonesia, Bellaetrix Manuputty [Dok. PBSI].
Salah satu tunggal putri Indonesia, Bellaetrix Manuputty [Dok. PBSI].

Lebih jauh, Susy Susanti menjelaskan PBSI bisa saja mengukutsertakan Gregoria Mariska Tunjung dan kawan-kawan ke turnamen level Super 500 ke bawah.

Namun, jika akhirnya pun sukses menjadi juara, Susy Susanti menyebut poin yang dihasilkan tak banyak berbeda dibandingkan langsung kalah di babak pertama turnamen BWF World Tour level Super 500 ke atas.

baca juga

"Jadi, itulah alasan mengapa mereka tetap kami sertakan (di turnamen BWF World Tour level Super 500 ke atas) meski tersingkir di babak awal. Karena kalau tidak diikutsertakan, para pemain tunggal putri tak akan punya peringkat yang cukup untuk menembus turnamen level Super 750 ke atas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Susy Susanti Akui Gregoria Mariska Cs Belum Berada di Level Top Dunia

Susy Susanti Akui Gregoria Mariska Cs Belum Berada di Level Top Dunia

Sport | Selasa, 16 April 2019 | 13:30 WIB

Tanpa Rionny Mainaky, Bagaimana Peluang Tunggal Putri di Singapore Open ?

Tanpa Rionny Mainaky, Bagaimana Peluang Tunggal Putri di Singapore Open ?

Sport | Rabu, 10 April 2019 | 10:20 WIB

Hendra / Ahsan Juara All England 2019, Air Mata Susy Susanti Tak Terbendung

Hendra / Ahsan Juara All England 2019, Air Mata Susy Susanti Tak Terbendung

Sport | Senin, 11 Maret 2019 | 16:05 WIB

Terkini

Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya

Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 23:13 WIB

11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel

11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel

News | Rabu, 02 September 2026 | 22:05 WIB

MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo

MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo

Video | Rabu, 02 September 2026 | 21:50 WIB

BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo

BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo

Jawa Tengah | Rabu, 02 September 2026 | 21:29 WIB

Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia

Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia

News | Rabu, 02 September 2026 | 21:20 WIB

Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?

Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?

Bola | Rabu, 02 September 2026 | 21:17 WIB

Penyidikan KPK di Pemkab Bogor: PCNU Imbau Ulama Tetap Adem dan Tak Terprovokasi

Penyidikan KPK di Pemkab Bogor: PCNU Imbau Ulama Tetap Adem dan Tak Terprovokasi

Bogor | Rabu, 02 September 2026 | 21:06 WIB

Intip Posisi Kompor yang Benar Menurut Feng Shui Kang Hong Kian, Jangan Taruh di Sini!

Intip Posisi Kompor yang Benar Menurut Feng Shui Kang Hong Kian, Jangan Taruh di Sini!

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 21:05 WIB

200 Rumah Disulap Jadi Kampung Warna-Warni, Wajah Baru Pintu Masuk Makassar

200 Rumah Disulap Jadi Kampung Warna-Warni, Wajah Baru Pintu Masuk Makassar

Sulsel | Rabu, 02 September 2026 | 21:02 WIB

Anak di Bawah Umur Tusuk Ojol di Kalideres Gara-gara Tak Mau Bayar Ongkos

Anak di Bawah Umur Tusuk Ojol di Kalideres Gara-gara Tak Mau Bayar Ongkos

News | Rabu, 02 September 2026 | 21:01 WIB

×