Sudah Juara Dunia, Eko Yuli Tetap Turun di SEA Games 2019, Kenapa?

Reky Kalumata | Arief Apriadi
Sudah Juara Dunia, Eko Yuli Tetap Turun di SEA Games 2019, Kenapa?
Lifter andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan, menjadi juara dunia di kelas 61 kg pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 saat ditemui di kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (8/11). [Dok. Kemenpora]

Eko Yuli dan para lifter senior sejatinya diwanti-wanti untuk tak lagi terlibat di multievent level Asia Tenggara

Suara.com - Lifter putra andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan dipastikan ikut berlaga di ajang SEA Games 2019 Filipina. Hal itu menyusul status SEA Games 2019 yang turut menjadi ajang kualifikasi menuju Olimpiade 2020 Tokyo.

Eko Yuli dan para lifter senior sejatinya diwanti-wanti untuk tak lagi terlibat di multievent level Asia Tenggara. Sebagaimana dikatakan Menpora Imam Nahrawi, SEA Games adalah wadah bagi para atlet muda Indonesia untuk menimba pengalaman.

"Tidak salah kata Menpora Imam Nahrawi bahwa SEA Games untuk tim pelapis. Kita yang sudah juara dunia buat apa juga turun di SEA Games?," ujar Eko Yuli Irawan, beberapa waktu lalu.

"Tapi SEA Games 2019 itu sebagian untuk kualifikasi Olimpiade 2020. Makanya kita tetap ikut," sambung Eko.

Lifter Eko Yuli Irawan memperlihatkan medali emas yang diraihnya pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 seusai diterima oleh Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/11). [Antara/Wahyu Putro A]
Lifter Eko Yuli Irawan memperlihatkan medali emas yang diraihnya pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 seusai diterima oleh Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/11). [Antara/Wahyu Putro A]

Dilansir laman resmi Federasi Angkat Besi International, SEA Games 2019 masuk dalam rangkaian event kualifikasi dengan level perak.

Artinya lifter yang mampu menjuarai ajang itu akan mendapatkan poin yang cukup banyak dalam upaya lolos ke Olimpiade 2020.

Disamping status SEA Games 2019 sebagai kualifikasi Olimpiade, Eko Yuli turut mengatakan jika tim pelapis PB PABSI sendiri masih belum bertaji untuk mengemban tugas meraih medali emas SEA Games.

Karena itu, Eko berharap jika pelatnas jangka panjang untuk membina lifter-lifter muda terus digalakan. Tujuannya, para penerus atlet senior sudah matang dan siap menjadi tumpuan Indonesia di SEA Games dua tahun mendatang.

"Kita harap dari sekarang yang junior ini di pelatnaskan sampai Asian games 2022. Jadi tiga tahun ke depan bisa terbentuk. Sekarang perbedaannya jauh. Lifter utama (bisa raih) emas, pelapisnya ini masih perak atau perunggu," pungkas Eko Yuli.

SEA Games 2019 sendiri akan berlangsung di Filipina. Multievent dua tahunan terbesar Asia Tenggara itu dijadwalkan bakal bergulir pada 30 November hingga 10 Desember 2019.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS