Korsel dan India Ikut Bidding Olimpiade 2032, Indonesia Tak Gentar

Selasa, 28 Mei 2019 | 19:17 WIB
Korsel dan India Ikut Bidding Olimpiade 2032, Indonesia Tak Gentar
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menerima kedatangan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach di Istana Bogor, Sabtu (1/9/2018). [AFP]

Suara.com - Upaya Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 mendapat saingan berat. Korea Selatan dan India dikabarkan juga berminat mengikuti bidding menjadi tuan rumah multievent olahraga terbesar di dunia itu.

"Ada Korea Selatan dan India. Korea punya jualan yang cukup bagus yakni rencana bersatunya Korsel dan Korea Utara," kata anggota Komisi Sport Development Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Harry Warganegara di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/5/2019) malam.

Meski mendapat pesaing kuat, Harry menegaskan, Indonesia masih optimis dan serius untuk memenangkan bidding yang hasilnya baru akan diumumkan pada 2024 mendatang.

Salah satu bentuk keseriusan Indonesia adalah dengan mengirimkan surat resmi kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC) melalui Presiden Joko Widodo.

Komisi Sport Development Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Harry Warganegara di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/5/2019) malam. [Suara.com/Arief Apriadi]
Anggota Komisi Sport Development Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Harry Warganegara di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/5/2019) malam. [Suara.com/Arief Apriadi]

Wakil Presiden Jusuf Kalla juga sudah berkunjung langsung ke kantor IOC di Lausanne, Swiss, beberapa waktu lalu.

Atas dasar itu, Indonesia selangkah lebih di depan dibanding Korsel dan India.

"Korea dan India baru sekadar berbicara di medianya mereka saja bahwa mereka juga mau jadi tuan rumah Olimpiade 2032," ujar Harry Warganegara.

Selain kondisi tersebut, optimisme Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 didasari dari keberhasilan menyelenggarakan Asian Games dan Asian Para Games 2018.

Presiden OCA, Thomas Bach (tengah) [Juni Kriswanto / AFP]
Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach (tengah), saat melakukan pantauan terkait pelaksanaan Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang. [AFP/Juni Kriswanto]

Di samping itu, Indonesia juga telah dipastikan menjadi tuan rumah Piala Dunia Basket FIBA 2023 bersama Filipina dan Jepang, yang dinilai menjadi modal penting untuk bidding Olimpiade 2032.

Baca Juga: Pengamat: Sekali Dipukul Manny Pacquiao, Keith Thurman Bakal...

Untuk itu, kata Harry, pemerintah Indonesia harus segera membuat panitia bidding yang harus sudah aktif dalam mempromosikan keunggulan Indonesia saat Olimpiade 2020 bergulir.

"Setelah Pak Jusuf Kalla melalukan kunjungan, minimal kalau menurut kami, tim bidding Olimpiade 2032 ini harus dibentuk dan dipersiapkan pemerintah. Di Olimpiade 2020 kita harus sudah siap mempromosikan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI