Korsel dan India Ikut Bidding Olimpiade 2032, Indonesia Tak Gentar

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Korsel dan India Ikut Bidding Olimpiade 2032, Indonesia Tak Gentar
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menerima kedatangan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach di Istana Bogor, Sabtu (1/9/2018). [AFP]

"Tim bidding Olimpiade 2032 ini harus dibentuk dan dipersiapkan pemerintah," kata Harry.

Suara.com - Upaya Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 mendapat saingan berat. Korea Selatan dan India dikabarkan juga berminat mengikuti bidding menjadi tuan rumah multievent olahraga terbesar di dunia itu.

"Ada Korea Selatan dan India. Korea punya jualan yang cukup bagus yakni rencana bersatunya Korsel dan Korea Utara," kata anggota Komisi Sport Development Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Harry Warganegara di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/5/2019) malam.

Meski mendapat pesaing kuat, Harry menegaskan, Indonesia masih optimis dan serius untuk memenangkan bidding yang hasilnya baru akan diumumkan pada 2024 mendatang.

Salah satu bentuk keseriusan Indonesia adalah dengan mengirimkan surat resmi kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC) melalui Presiden Joko Widodo.

Komisi Sport Development Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Harry Warganegara di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/5/2019) malam. [Suara.com/Arief Apriadi]
Anggota Komisi Sport Development Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Harry Warganegara di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/5/2019) malam. [Suara.com/Arief Apriadi]

Wakil Presiden Jusuf Kalla juga sudah berkunjung langsung ke kantor IOC di Lausanne, Swiss, beberapa waktu lalu.

Atas dasar itu, Indonesia selangkah lebih di depan dibanding Korsel dan India.

"Korea dan India baru sekadar berbicara di medianya mereka saja bahwa mereka juga mau jadi tuan rumah Olimpiade 2032," ujar Harry Warganegara.

Selain kondisi tersebut, optimisme Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 didasari dari keberhasilan menyelenggarakan Asian Games dan Asian Para Games 2018.

Presiden OCA, Thomas Bach (tengah) [Juni Kriswanto / AFP]
Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach (tengah), saat melakukan pantauan terkait pelaksanaan Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang. [AFP/Juni Kriswanto]

Di samping itu, Indonesia juga telah dipastikan menjadi tuan rumah Piala Dunia Basket FIBA 2023 bersama Filipina dan Jepang, yang dinilai menjadi modal penting untuk bidding Olimpiade 2032.

Untuk itu, kata Harry, pemerintah Indonesia harus segera membuat panitia bidding yang harus sudah aktif dalam mempromosikan keunggulan Indonesia saat Olimpiade 2020 bergulir.

"Setelah Pak Jusuf Kalla melalukan kunjungan, minimal kalau menurut kami, tim bidding Olimpiade 2032 ini harus dibentuk dan dipersiapkan pemerintah. Di Olimpiade 2020 kita harus sudah siap mempromosikan," pungkasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS