Yusuf: Di SEA Games Tak Ada China, Jadi...

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Yusuf: Di SEA Games Tak Ada China, Jadi...
Atlet Indonesia Yusuf Widiyanto (bawah) bertanding melawan atlet Iran Reza Shobani (belakang) pada babak perdelapan final Wushu Sanda Putra 56 kg Asian Games 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (20/8). [Antara/INASGOC/Gino F Hadi]

"Target saya di SEA Games 2019 itu (medali) emas," ujar Yusuf.

Suara.com - Tim nasional wushu Sanda Indonesia tak dapat kesempatan mempertontonkan kemampuannya di ajang SEA Games 2017 lantaran hanya mempertandingkan nomor Taolu.

Kini, dua tahun berselang, para pewushu Sanda Merah Putih mendapat sedikit angin segar.

Mereka dipastikan turut serta di ajang SEA Games 2019 yang resmi mempertandingkan dua nomor, yakni Sanda (tarung) dan Taolu (jurus).

Salah satu pewushu spesialis nomor Sanda yang tak ingin ketinggalan tampil di SEA Games 2019 adalah Yusuf Widiyanto.

Jika dipilih mewakili Merah Putih, ia bertekad untuk mempersembahkan medali emas.

"Target saya di SEA Games 2019 itu (medali) emas. Di SEA Games tak ada China, Iran dan Korea, jadi peluang (meraih emas) lebih besar," ujar Yusuf Widiyanto saat ditemui usai latihan beban di PP-Itkon Kemenpora, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Yusuf akan turun di kelas 56 kilogram. Peraih medali perunggu Asian Games 2018 itu menyebut persiapannya sudah berjalan sekitar 70 persen.

Meski optimis bisa meraih medali emas di SEA Games 2019, Yusuf menyebut tetap harus mewaspadai para rivalnya, terutama dari Vietnam.

"Yang saya waspadai ini dari Vietnam dan Filipina. Pewushu Vietnam ini saat di Asian Games 2018 tak satu pool dengan saya. Namanya Ban Bau To," pungkas Yusuf yang mengaku tetap berpuasa disela-sela latihan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS