Bukan Rossi atau Marquez, Ini Dia Pebalap Panutan Aleix Espargaro

Rizki Nurmansyah
Bukan Rossi atau Marquez, Ini Dia Pebalap Panutan Aleix Espargaro
Pebalap pabrikan tim Aprilia, Aleix Espargaro. [AFP/Jean-Francois Monier]

"Saya mengagumi kepandaian, kesantaian, dan ketenangannya," kata Aleix Espargaro.

Suara.com - Tiga musim sudah Aleix Espargaro tampil bersama pabrikan Aprilia di kejuaraan MotoGP. Selama itu pula pebalap asal Spanyol ini tiga kali bergonta-ganti tandem.

Pertama bersama pebalap asal Inggris, Sam Lowes, di tahun 2017. Di tahun berikutnya giliran pebalap Inggris lainnya, Scott Redding, yang menjadi partner dari rider 29 tahun itu.

Sementara di kejuaraan dunia MotoGP 2019, Espargaro berduet dengan Andrea Iannone yang tak diperpanjang kontraknya dengan Suzuki.

Skuat pebalap Aprilia di MotoGP 2019: Andrea Iannone (kiri), Bradley Smith (pebalap penguji), dan Aleix Espargaro. [Twitter@ApriliaOfficial]
Skuat pebalap Aprilia di MotoGP 2019: Andrea Iannone (kiri), Bradley Smith (pebalap penguji), dan Aleix Espargaro. [Twitter@ApriliaOfficial]

Selama tiga musim bersama Aprilia, Espargaro mencoba untuk konsisten meraih hasil positif.

Bicara tentang konsistensi, Aleix Espargaro mengaku telah memiliki panutan.

Panutannya tersebut bukanlah rider paling ternama seperti Valentino Rossi ataupun Marc Marquez, melainkan Andrea Dovizioso.

Espargaro mengaku kagum dengan Dovizioso yang tidak terpengaruh apapun, meski telah bergonta-ganti rekan duet di Ducati.

Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez (tengah), menjuarai MotoGP Argentina di Autodromo Termas de Rio Hondo, Minggu (31/3/2019). Diikuti kemudian oleh Valentino Rossi (kiri/Monster Energy Yamaha), dan Andrea Dovizioso (Ducati). [AFP/Juan Mabromata]
Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez (tengah), menjuarai MotoGP Argentina di Autodromo Termas de Rio Hondo, Minggu (31/3/2019). Diikuti kemudian oleh Valentino Rossi (kiri/Monster Energy Yamaha), dan Andrea Dovizioso (Ducati). [AFP/Juan Mabromata]

"Saya suka mengorientasi diri kepada Dovizioso. Dia contoh terbaik untuk diperhatikan dan ditiru. Kariernya membuat saya kagum," kata Aleix Espargaro, dikutip dari Speedweek, Senin (10/6/2019).

"Saya mengagumi kepandaian, kesantaian, dan ketenangannya. Dia memiliki kesempatan untuk semakin kuat setiap tahunnya di Ducati."

"Dia menjadi lebih baik setiap tahunnya. Dia tak pernah peduli siapa rekan setimnya."

"Andrea Iannone pernah mengalahkannya saat di Ducati. Jorge Lorenzo bahkan lebih kuat darinya di tahun 2018. Tapi Dovizioso selalu peduli pada dirinya sendiri dan hanya fokus pada pekerjaannya."

Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo bersama kru timnya di Ducati. [AFP/Jure Makovec]
Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo bersama kru timnya di Ducati. [AFP/Jure Makovec]

"Konsistensi ini telah membawanya ke posisi puncak. Terlepas dari Marc Marquez, yang secara historis selalu jadi yang terbaik sejak 2013, Dovizioso telah berhasil ke posisi puncak."

"Dia dua kali menjadi runner-up MotoGP, dan menjadi salah satu favorit juara lagi di tahun ini. Dia selalu berusaha untuk finis. Dovizioso meraih lima atau enam kemenangan setiap musim. Stabilitas ini terbayar," pungkas Aleix Espargaro.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS