Praveen / Melati Sudah Pantas Jadi Suksesor Tontowi / Liliyana?

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Praveen / Melati Sudah Pantas Jadi Suksesor Tontowi / Liliyana?
Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, terhenti di babak awal Indonesia Open 2019 setelah takluk dari Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich (Jerman) di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (16/7). [Humas PBSI]

Richard menaruh harapan besar pada duet Praveen/Melati.

Suara.com - Bayang-bayang Liliyana Natsir masih menyelimuti sektor ganda campuran Indonesia. Hingga kini sektor yang dilatih Richard Mainaky itu belum mendapatkan pengganti Butet—Liliyana.

Khususnya suksesor dari duet maut Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Seperti diketahui, pasangan emas tersebut resmi 'bercerai' usai gelaran Indonesia Masters 2019, Januari lalu.

'Perceraian' ini menyusul keputusan Butet yang pensiun. Selepas pensiunnya Butet, sektor yang kerap menyelamatkan wajah Indonesia diajang-ajang penting itu, kini seperti terombang-ambing.

Dua pasangan paling senior, yakni Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, masih inkonsisten.

Richard sendiri sejatinya menaruh harapan besar pada duet Praveen/Melati sebagai suksesor Owi/Butet—sapaan akrab Tontowi/Liliyana.

Namun, pria yang pernah bekerja sebagai debt collector itu menilai Praveen/Melati belum siap secara mental.

"Dulu kalau saya bisa kirim pemain muda, sebenarnya saya berharap ke Praveen/Melati, tapi balik lagi ke mental. Melati sendiri tak siap," ungkap Richard saat ditemui di Istora Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pelatih Ganda Campuran Pelatnas PBSI, Richard Mainaky, ditemui di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (19/7/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]
Pelatih Ganda Campuran Pelatnas PBSI, Richard Mainaky, ditemui di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (19/7/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Kerapuhan mentalitas Praveen/Melati langsung terlihat saat mereka tampil di Indonesia Open 2019.

Praveen/Melati yang menjadi unggulan ketujuh, justru membuat kejutan negatif di depan publik Indonesia.

Ya, mereka secara mengejutkan terhenti di babak pertama dari wakil Jerman, Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich, dua game langsung 20-22 dan 14-21.

"Mereka lagi mencari gelar, belum sempat juara, sudah jadi unggulan Indonesia dan jadi tuan rumah. Dan ternyata, mental Melati kurang siap dengan itu," beber Richard.

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad saat pertandingan final Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir saat pertandingan final Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Richard mengakui masalah mental menjadi kendala serius skuat ganda campuran PBSI saat ini. Ke depan, dirinya bakal menerapkan sesi penguatan mental kepada Praveen Jordan dan kawan-kawan.

"Nanti bakal ada sesi (khusus). Program latihan dari Pak Rahman (psikolog PBSI). Saat ini saya masih belum tahu (terkait porsi peningkatan mentalnya seperti apa). Nanti dirapatkan dulu," pungkas Richard.

Selain Praveen/Melati, lima wakil ganda campuran PBSI lainnya turut tersingkir lebih cepat di Indonesia Open 2019.

Hanya pasangan Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow yang mampu menembus perempat final sebelum akhirnya terhenti di tangan Chang Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia).

Prestasi Pasangan Ganda Campuran PBSI di Indonesia Open 2019

1. Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti
- Babak Pertama: vs Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich (Jerman), skor 20-22 dan 14-21

2. Ronald Alexander/Annisa Saufika
- Babak Pertama: vs Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia), skor 16-21, 21-7, dan 11-21

3. Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari
- Babak Pertama: vs Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja (Indonesia), skor 24-22, 20-22, dan 15-21

4. Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja
- Babak Pertama: vs Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari (Indonesia), skor 22-24, 22-20, dan 21-15
- Babak Kedua: vs Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai (Malaysia), skor 15-21 dan 18-21

5. Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami
- Babak Pertama: vs Ou Xuan Yi/Feng Xue Ying (China), skor 14-21, 21-7, dan 19-21

6. Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow
- Babak Pertama: vs Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa (India), skor 21-13 dan 21-11
- Babak Kedua: vs Nipitphon Phuangphuapet/Savitree Amitrapai (Thailand), skor 21-14 dan 21-18
- Perempat Final: vs Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia), skor 11-21, 21-14, dan 14-21

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS