Yon Mardiono Minta Pemerintah Bekukan Induk Olahraga Tenis Meja

Rizki Nurmansyah
Yon Mardiono Minta Pemerintah Bekukan Induk Olahraga Tenis Meja
Atlet senior tenis meja Indonesia, Yon Mardiono (kedua dari kiri). [Instagram/boynurdin]

Saat ini terjadi tigalisme pada kepengurusan induk olahraga tenis meja Indonesia.

Suara.com - Atlet senior tenis meja Indonesia, Yon Mardiono meminta pemerintah turun tangan menyelesaikan polemik di induk olahraga tenis meja Tanah Air.

Saat ini ada tiga kepengurusan pada induk olahraga pingpong Tanah Air.

Antara lain, Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI) pimpinan Oegroseno, dan dua Pengurus Besar (PB PTMSI) pimpinan Lukman Edi dan Peter Layardi.

Mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (17/11) .
Ketua Umum PP PTMSI yang juga mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno Oegroseno, Selasa (17/11/2015). [Suara.com/Oke Atmaja]

Tigalisme itu membuat Yon Mardiono prihatin. Ia berharap pemerintah, dalam hal ini, Kemenpora melakukan langkah tegas.

Diantaranya membekukan induk olahraga tenis meja seperti membekukan PSSI saat terjadi dualisme kepemimpinan.

"Pemerintah harus ambil alih permasalahan ini. Dibekukan dulu lalu bikin Munas (Musyawarah Nasional). Biar atlet tidak terhukum dengan tigalisme ini," kata Yon Mardiono saat dikonfirmasi.

"Pemerintah harus tegas karena hanya pemerintah yang bisa menyelesaikan masalah ini," sambungnya dikutip dari Antara, Sabtu (1/2/2020).

Polemik itu, kata Yon Mardiono, telah membuat banyak atlet mulai gamang karena serba salah.

Untuk mengisi kekosongan hanya mengandalkan kejuaraan tenis meja yang digelar pihak swasta, karena kejuaraan nasional yang merupakan indikator perkembangan atlet tidak terlaksana.

Surati Jokowi

Selain Yon Mardiono, salah satu pemerhati tenis meja Indonesia, Singgih Yehezkiel juga mengaku telah berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau persiapan para atlet pelatnas bulutangkis dan tenis Indonesia yang akan berlaga di ajang Asian Para Games 2018 di Hartono Trade Center, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (15/9/2018). [Dok. Biro Setpres]
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau persiapan para atlet pelatnas bulutangkis dan tenis meja Indonesia yang akan berlaga di ajang Asian Para Games 2018 di Hartono Trade Center, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (15/9/2018). [Dok. Biro Setpres]

Surat untuk Jokowi itu ditujukan agar pemerintah segera menuntaskan polemik pengurus tenis meja Indonesia yang telah berlangsung sekitar tujuh tahun.

"Harapan kami surat terbuka ditanggapi oleh presiden, karena kalau tidak secepatnya diselesaikan akan mengganggu pembinaan dan berdampak pada kemunduran," katanya.

"Ini kami lakukan atas dasar cinta pada tenis meja. Yang jelas kami akan memfasilitasi tiga induk organisasi untuk bertemu dan duduk bareng membahas permasalahan yang ada," tutur Singgih Yehezkiel.

Pemerhati tenis meja Indonesia Singgih Yehezkiel (kedua dari kiri) memberikan keterangan terkait surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo terkait polemik induk organisasi tenis meja Indonesia di Jakarta, Jumat (31/1/2020). [ANTARA/Bayu Kuncahyo]
Pemerhati tenis meja Indonesia Singgih Yehezkiel (kedua dari kiri) memberikan keterangan terkait surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo terkait polemik induk organisasi tenis meja Indonesia di Jakarta, Jumat (31/1/2020). [ANTARA/Bayu Kuncahyo]

Selain Yon Mardiono dan Singgih Yehezkiel, pemerhati tenis meja yang berharap polemik di induk organisasi tenis meja Indonesia beres adalah Irianto, Johny Latuheru hingga mantan atlet nasional yang saat ini masih aktif, Ling Ling Agustin.

"Tanggal 6 Januari lalu saya bersama dengan teman-teman pemerhati tenis meja juga sudah melakukan audiensi dengan Ketua KONI Pusat Marciano Norman. Pada intinya Pak Marciano berharap segera dituntaskan," katanya saat dikonfirmasi.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS