Anomali Praveen / Melati: Kadang Beringas, Kadang Lemas

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Anomali Praveen / Melati: Kadang Beringas, Kadang Lemas
Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, gagal lolos dari babak penyisihan grup BWF World Tour Finals 2019. [Humas PBSI]

Menurut Nova, masalah yang ditunjukan Praveen/Melati masih tak berubah.

Suara.com - Penampilan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti di awal tahun 2020 mendapat sorotan dari Asisten Pelatih Ganda Campuran PBSI, Nova Widianto.

Nova kurang puas dengan performa pasangan ganda campuran peringkat lima dunia tersebut.

Menurut Nova, masalah yang ditunjukan Praveen/Melati masih tak berubah.

Asisten Pelatih Ganda Campuran PBSI, Nova Widianto, ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur. [Suara.com/Arief Apriadi]
Asisten Pelatih Ganda Campuran PBSI, Nova Widianto, ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur. [Suara.com/Arief Apriadi]

Keduanya kerap tampil beringas di beberapa turnamen, namun seketika terlihat lemas di turnamen lainnya.

Sebagai gambaran, Praveen/Melati tak sekalipun mampu menembus minimal babak semifinal di dua turnamen awal tahun yang mereka ikuti.

Di Malaysia Masters 2020 keduanya terhenti di babak pertama oleh pasangan muda Malaysia, Man Wei Chong/Tan Peraly.

Sementara di Indonesia Masters 2020, Praveen/Melati terhenti di perempat final usai takluk dari Thom Gicquel/Delphine Delrue (Prancis).

Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, terhenti kiprahnya di babak perempat final Indonesia Masters 2020 usai kalah dari Thom Gicquel/Delphine Delrue (Prancis) di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (17/1). [Humas PBSI]
Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, terhenti kiprahnya di babak perempat final Indonesia Masters 2020 usai kalah dari Thom Gicquel/Delphine Delrue (Prancis) di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (17/1). [Humas PBSI]

Dua turnamen itu disebut Nova menjadi gambaran utuh betapa anomalinya penampilan Praveen/Melati.

Di lain sisi mereka sanggup mengalahkan ganda putra terbaik dunia asal China, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong, namun juga kerap kalah dari wakil-wakil non-unggulan.

"Sekarang kita bisa lihat Praveen/Melati itu bisa mengalahkan siapa saja, tapi mereka juga bisa kalah dengan siapa saja," kata Nova Widianto di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

"Contohnya sudah banyak, mereka bisa kalahkan Zheng/Huang dan Wang (Yi Lyu)/Huang (Dong Ping), tapi bisa kalah sama Prancis, dan pasangan muda Malaysia. Hal itu karena mereka tak siap," tambahnya.

Nova mengaku sudah sering kali mengingatkan Praveen/Melati untuk berusaha lebih dalam menjaga fokus.

Sebagai atlet profesional, keduanya disebut tak boleh terpengaruh oleh suasana hati atau mood yang kerap berubah-ubah.

"Itu penyakit lama mereka. Jadi mau tak mau mereka sendiri yang harus maksa. Sebelumnya mereka itu kalau mood-nya tidak enak sedikit, tak mau maksa," beber Nova.

"Jadi semua balik lagi ke faktor latihan. Kami tekankan ke mereka agar di latihan itu mau memaksa, agar saat pertandingan hal itu terbawa," tambahnya.

Praveen/Melati dan wakil-wakil ganda campuran PBSI lainnya kini tengah bersiap untuk mengikuti turnamen bulutangkis seri Eropa, antara lain Barcelona Spain Masters, German Open, dan All England.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS